Silaturahmi Jadi Jalan Meraih Cinta Allah dan Syafaat Rasulullah
- 14 Jun 2026 16:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Silaturahmi tidak hanya menjadi sarana mempererat hubungan antarmanusia, tetapi juga merupakan amalan yang dapat mengantarkan seorang muslim meraih cinta Allah Swt dan syafaat Rasulullah Saw. Pesan tersebut disampaikan dalam program Tausiyah Mutiara Pagi Pro 1 RRI Samarinda, Rabu, 10 Juni 2026, dengan menghadirkan narasumber Ustaz Dr. Mustamin Fattah, dosen dari UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.
Tausiyah bertema “Silaturahmi Meraih Cinta Allah dan Syafaat Rasulullah Saw”, Ustaz Mustamin menyoroti fenomena kehidupan modern yang membuat manusia semakin mudah terhubung secara digital, namun justru kerap mengalami kerenggangan hubungan dengan keluarga dan kerabat terdekat.
Menurutnya, perkembangan teknologi memang memudahkan komunikasi lintas wilayah hanya melalui sentuhan jari. Namun di sisi lain, tidak sedikit orang yang aktif di media sosial tetapi jarang bertegur sapa dengan saudara kandung, paman, bibi, bahkan orang tua mereka sendiri.
Ia menjelaskan bahwa Islam menempatkan hubungan kekeluargaan sebagai salah satu aspek yang harus dijaga. Silaturahmi tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan pada hari raya atau acara tertentu, tetapi mencakup upaya menjaga hubungan, menyambung yang terputus, memaafkan kesalahan, serta mendoakan sesama tanpa mengharapkan balasan.
"Silaturahmi bukan sekadar kunjungan saat Idulfitri atau Iduladha, tetapi bagaimana kita menjaga hubungan, menyambung yang terputus, memaafkan yang bersalah, mendoakan yang jauh, dan tetap berbuat baik meski tidak selalu mendapatkan balasan," ujar Ustaz Mustamin.
Dalam pemaparannya, ia mengutip Surah An-Nisa ayat 1 yang mengingatkan bahwa seluruh manusia berasal dari satu sumber yang sama, yakni Nabi Adam AS dan Hawa. Karena itu, menjaga hubungan kekerabatan merupakan perintah yang bersifat universal bagi seluruh umat manusia.
Ustaz Mustamin juga mengingatkan bahwa memutus silaturahmi termasuk perbuatan yang sangat dibenci Allah Swt. Bahkan dalam sejumlah ayat dan hadis disebutkan bahwa memutus hubungan kekeluargaan dapat mengundang murka Allah serta menghilangkan keberkahan hidup seseorang.
Selain mendatangkan rahmat Allah, silaturahmi juga diyakini membawa keberkahan rezeki dan umur. Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud umur yang panjang bukan semata-mata hitungan tahun, melainkan umur yang dipenuhi keberkahan dan manfaat bagi orang lain.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa menjaga silaturahmi merupakan salah satu bentuk pengamalan akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah Saw. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak hanya diwujudkan melalui bacaan selawat, tetapi juga dengan menghidupkan nilai-nilai kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
"Siapa yang menghidupkan sunnah Rasulullah dan menjaga akhlak mulia, termasuk silaturahmi, maka ia sedang menapaki jalan menuju kedekatan dengan Nabi Saw dan meraih syafaat beliau di akhirat kelak," katanya.
Sejumlah pendengar juga turut menyampaikan pertanyaan seputar hubungan keluarga yang renggang akibat perbedaan status sosial maupun pengalaman masa lalu. Menanggapi hal tersebut, Ustaz Mustamin mengajak masyarakat untuk tetap membuka pintu komunikasi, menghindari dendam, serta tidak mudah memutus hubungan meskipun menghadapi sikap yang kurang menyenangkan dari pihak lain.
Menutup tausiyah, ia mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang muslim tidak hanya dilihat dari banyaknya ibadah ritual yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga hubungan baik dengan sesama. Ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana dengan menghubungi kerabat yang lama tidak berkomunikasi, saling memaafkan, dan mempererat kembali tali persaudaraan demi meraih cinta Allah Swt dan syafaat Rasulullah Saw.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....