Bijak Bermedia Sosial Dinilai Penting Cegah Provokasi dan Isu SARA
- 10 Jul 2026 22:22 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Penyuluh Agama Hindu Nyoman Sri Handayani mengingatkan masyarakat untuk bijak menyaring informasi dan tidak mudah percaya pada konten yang belum terverifikasi di media sosial.
- Teknologi informasi ibarat pisau bermata dua yang dapat memberikan manfaat namun juga menjadi sarana penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi SARA apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.
- Rendahnya budaya literasi digital menjadi salah satu tantangan terbesar, banyak masyarakat hanya membaca judul tanpa memverifikasi isi atau sumber informasi terlebih dahulu.
- Penyelesaian ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama lebih efektif melalui komunikasi, edukasi, dan dialog daripada emosi, dengan penegakan hukum jika telah melanggar ketentuan pidana.
- Membangun saling percaya melalui komunikasi baik, sikap saling menghargai, toleransi, dan gotong royong dapat meminimalkan kesalahpahaman dan konflik di masyarakat.
RRI.CO.ID, Singaraja – Perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi yang mengatasnamakan agama.
Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Nyoman Sri Handayani, mengingatkan masyarakat agar semakin bijak dalam menyaring informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain.
Menurutnya, teknologi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan memperoleh informasi, namun di sisi lain juga dapat menjadi sarana penyebaran konten yang memicu konflik apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.
"Kita harus mampu memfilter informasi. Jangan mudah terpancing oleh komentar ataupun konten yang memang bertujuan memecah belah masyarakat," ujarnya.
Ia menilai salah satu tantangan terbesar saat ini adalah mudahnya masyarakat terprovokasi oleh isu-isu yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial membuat berita yang belum tentu benar dapat dengan cepat dipercaya banyak orang.
Menurut Sri Handayani, rendahnya budaya literasi juga turut memperbesar risiko tersebut. Banyak masyarakat yang hanya membaca judul berita tanpa menelusuri isi maupun memverifikasi kebenarannya.
"Sering kali orang langsung percaya dan membagikan informasi tanpa membaca secara utuh atau mengecek sumbernya terlebih dahulu," katanya.
Ia menegaskan bahwa agama tidak pernah mengajarkan kebencian maupun permusuhan. Karena itu, setiap individu perlu memahami ajaran agamanya secara benar sehingga tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan perpecahan.
Dalam menghadapi ujaran kebencian yang mengatasnamakan agama, Sri Handayani mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi. Sebaliknya, penyelesaian melalui komunikasi dan edukasi dinilai lebih efektif untuk membangun saling pengertian.
Apabila tindakan tersebut telah mengarah pada pelanggaran hukum, seperti penyebaran kebencian atau kekerasan, maka penegakan hukum juga diperlukan agar memberikan efek jera kepada pelaku.
"Media sosial memiliki jangkauan yang sangat luas. Karena itu setiap orang harus bertanggung jawab terhadap informasi yang dibagikannya," ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun rasa saling percaya melalui komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, toleransi, serta budaya gotong royong di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, ketika masyarakat terbiasa berdialog dan bekerja sama, potensi munculnya prasangka maupun konflik akan semakin kecil.
"Kalau komunikasi berjalan baik, kesalahpahaman bisa diminimalkan. Dari situ akan tumbuh rasa saling percaya dan kehidupan yang harmonis," ujarnya.
Sri Handayani berharap masyarakat Buleleng terus menjaga tradisi toleransi yang selama ini telah terbangun, sekaligus meningkatkan literasi digital agar tidak mudah menjadi korban maupun penyebar informasi yang dapat memicu perpecahan. Dengan demikian, keberagaman tetap menjadi kekuatan dalam mempererat persatuan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....