Moderasi Beragama Jadi Kunci Menjaga Kedamaian di tengah Keberagaman Masyarakat

  • 10 Jul 2026 20:18 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Moderasi beragama adalah sikap seimbang yang menghormati perbedaan tanpa mengurangi keyakinan pribadi, menjadi kunci utama menjaga persatuan dan mencegah konflik sosial.
  • Penanaman nilai toleransi harus dimulai sejak usia dini melalui lingkungan keluarga dengan orang tua mengajarkan anak menghargai teman tanpa membedakan agama atau latar belakang.
  • Sekolah multikultural menjadi ruang strategis untuk menanamkan moderasi beragama melalui pendidikan karakter dan pembiasaan hidup berdampingan yang menunjukkan perbedaan sebagai hal indah.
  • Komunikasi dan dialog menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan umat beragama untuk menyelesaikan kesalahpahaman tanpa menimbulkan konflik.

RRI.CO.ID, Singaraja – Keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, moderasi beragama dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga persatuan sekaligus mencegah munculnya konflik sosial.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Nyoman Sri Handayani, menurutnya, moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut, melainkan menempatkan diri pada sikap yang seimbang, menghormati perbedaan, serta menjadikan agama sebagai pedoman untuk menghadirkan kedamaian.

"Semua agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan, ketenteraman, dan keselamatan. Agama hadir agar manusia hidup damai, bukan menjadi alasan untuk saling bermusuhan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konflik yang mengatasnamakan agama umumnya tidak lahir dari ajaran agama itu sendiri, melainkan karena kesalahan dalam memahami nilai-nilai keagamaan. Sikap fanatisme yang berlebihan, kurangnya pemahaman, hingga mudah terprovokasi menjadi faktor yang kerap memicu perpecahan.

Karena itu, penanaman nilai toleransi perlu dimulai sejak usia dini melalui lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting mengajarkan anak untuk menghargai teman tanpa membedakan agama, suku maupun latar belakang.

"Anak-anak harus dibiasakan hidup rukun sejak kecil. Mereka perlu memahami bahwa berbeda keyakinan bukan alasan untuk saling menjauh atau bermusuhan," katanya.

Selain keluarga, sekolah juga dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai moderasi beragama. Melalui pendidikan karakter, pelajaran agama sesuai keyakinan masing-masing, serta pembiasaan hidup berdampingan, peserta didik dapat belajar menghormati keberagaman.

Sri Handayani yang pernah berkecimpung di dunia pendidikan mengatakan, pengalaman mengajar di sekolah multikultural menunjukkan bahwa anak-anak justru mampu membangun toleransi dengan baik ketika lingkungan memberikan contoh positif.

"Mereka merayakan keberagaman bersama. Saat ada perayaan keagamaan, semua saling menghormati. Dari situ mereka belajar bahwa perbedaan adalah sesuatu yang indah," ujarnya.

Ia juga menilai komunikasi menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan umat beragama. Melalui dialog dan musyawarah, berbagai potensi kesalahpahaman dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik.

Sebagai contoh, masyarakat di Buleleng telah beberapa kali menunjukkan praktik toleransi ketika pelaksanaan Hari Raya Nyepi berdekatan dengan kegiatan keagamaan umat lain. Berbagai pihak memilih duduk bersama mencari solusi agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan khidmat.

Menurutnya, semangat tersebut mencerminkan implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika yang hidup dalam masyarakat.

"Setiap orang memiliki keyakinan yang tidak bisa dipaksakan. Yang harus dijaga adalah bagaimana kita tetap menghormati keyakinan orang lain tanpa mengurangi keyakinan kita sendiri," katanya.

Melalui penerapan moderasi beragama, Sri Handayani berharap masyarakat semakin mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan yang harmonis, aman, dan damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....