Zama, UMKM Malang Tembus World Expo Berkat Fashion Ramah Lingkungan

  • 08 Jul 2026 09:42 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Berawal dari keinginan sederhana memberdayakan perempuan, sebuah usaha rumahan di Kota Malang kini berhasil menembus panggung internasional. Zama Homewear, brand fashion lokal yang didirikan Sri Dewi Wirautami pada akhir 2017, membuktikan bahwa bisnis fesyen tidak hanya soal menghasilkan produk yang indah, tetapi juga membawa dampak sosial dan lingkungan.

Dalam dialog Green Radio RRI Malang bertajuk Beauty with Responsibility, Sri Dewi menceritakan perjalanan Zama yang kini telah memasuki tahun kedelapan. Awalnya, ia hanya mengajak dua perempuan belajar menjahit dan membordir. Berbekal keterampilan yang diwariskan sang ibu, ia mengembangkan bordir tempel khas Malang menjadi produk fesyen bernilai tinggi.

"Fashion tidak seharusnya hanya membuat orang terlihat cantik, tetapi juga memberi manfaat bagi perempuan, budaya, dan bumi," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Inspirasi Zama justru muncul ketika Sri Dewi mengetahui bahwa salah satu oleh-oleh khas Kota Malang adalah daster bordir. Menurutnya, produk tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan dari sisi desain, permainan warna benang, hingga kualitas pengerjaan. Ia kemudian melakukan berbagai inovasi sehingga menghasilkan produk dengan karakter berbeda dibanding produk sejenis di pasaran.

"Orang bilang produk Zama beda. Yang berbeda sebenarnya adalah desain, kualitas bordir, dan detail pengerjaannya," katanya.

Kini, Zama memproduksi berbagai produk ready to wear seperti dress, homewear, hingga piyama dengan mengangkat bordir tempel sebagai identitas utama.

Perjalanan usaha yang dimulai hanya dengan dua orang kini berkembang pesat. Hingga 2026, Zama telah memberdayakan lebih dari 117 perempuan sebagai mitra produksi. Berbeda dengan sistem pabrik yang terpusat, seluruh mitra bekerja dari rumah masing-masing dalam radius sekitar 20 kilometer dari workshop utama.

Model produksi ini diterapkan melalui sistem Training of Trainer (TOT). Sri Dewi terlebih dahulu melatih seseorang hingga benar-benar menguasai kualitas produk, kemudian orang tersebut menjadi mentor bagi perempuan lain di lingkungannya.

"Saya tidak mungkin mengajari semua orang sendiri. Setelah satu orang siap menjadi leader, dia akan mengajarkan tetangganya, keluarganya, atau sahabatnya," jelasnya.

Sistem tersebut memungkinkan pemberdayaan perempuan berlangsung secara berkelanjutan tanpa harus membangun pabrik besar.

Model produksi yang tersebar tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama menjaga kualitas produk agar tetap konsisten. Untuk itu, Zama menerapkan empat tahapan quality control.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari workshop mitra, workshop internal, tahap finishing, hingga pemeriksaan terakhir sebelum barang dikirim kepada pelanggan. Di masa awal usaha, angka produk yang gagal lolos QC cukup tinggi. Namun seiring meningkatnya kemampuan para mitra, kini tingkat kegagalan sudah berada di bawah lima persen.

Komitmen Zama terhadap lingkungan ternyata mendapat perhatian pemerintah. Pada 2025, Zama lolos kurasi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) karena dinilai berhasil menerapkan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Prestasi tersebut mengantarkan Zama menjadi salah satu UMKM Indonesia yang mengikuti World Expo Osaka 2025 di Jepang. Selama sepuluh hari, Sri Dewi memamerkan produk-produk Zama bersama pelaku UMKM pilihan dari berbagai daerah.

Ia mengaku bangga melihat antusiasme pengunjung terhadap Paviliun Indonesia.

"Baru di Jepang saya sadar Indonesia ternyata secantik itu. Budaya kita menjadi magnet luar biasa bagi pengunjung dunia," ungkapnya.

Selain mengikuti World Expo, Zama juga memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya di International Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, kantor promosi perdagangan Indonesia di Jepang.

Menurut Sri Dewi, apresiasi yang diterimanya menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bisnis berkelanjutan yang mengedepankan pemberdayaan perempuan sekaligus pelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....