UMKM Perlu Benahi Dasar Keuangan yang Menjadi Kendala Dasar

  • 12 Jun 2026 10:04 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi modern. Namun, banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala mendasar sebelum mampu memanfaatkan teknologi keuangan secara optimal dan berkelanjutan.

“Kesalahan paling umum yang ditemukan adalah penghitungan harga pokok produksi belum tepat. Banyak pelaku usaha belum memasukkan biaya transportasi, gaji, serta komponen operasional lain dalam perhitungan usaha mereka. Akibatnya, harga jual produk sering tidak mencerminkan biaya sebenarnya yang telah dikeluarkan selama proses produksi berlangsung. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan memperoleh keuntungan meskipun penjualan terlihat meningkat dari waktu ke waktu,” ujar Yunida Paramita, SAB: Konsultan Bisnis dan Pendamping UMKM; Owner Anja Mukti Education, Selasa (09/10/2026).

Penghitungan HPP yang tepat menjadi fondasi penting sebelum menerapkan strategi pemasaran maupun digitalisasi keuangan. Ketika dasar keuangan kuat, proses pencatatan digital dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi usaha.

“Selain penghitungan biaya, masalah lain yang masih sering ditemukan adalah rendahnya kedisiplinan dalam melakukan pencatatan keuangan. Banyak pelaku UMKM belum memiliki data keuangan akurat ketika diminta pihak dinas maupun calon investor potensial,” imbuhnya.

Ketidaklengkapan data keuangan membuat pelaku usaha kesulitan menjelaskan kondisi bisnis secara jelas kepada pihak berkepentingan. Padahal informasi keuangan yang akurat menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan usaha berkelanjutan dan sehat.

“Pelaku UMKM membutuhkan dukungan yang bersifat menyeluruh dan terintegrasi. Pelatihan, pendampingan, akses permodalan, serta dukungan teknologi harus berjalan bersamaan demi mendukung transformasi digital usaha. Literasi keuangan merupakan kebutuhan utama sebelum pelaku usaha memasuki tahapan digitalisasi yang lebih luas. Pemahaman keuangan yang baik akan membantu mengubah pola pikir pemilik usaha dalam mengambil keputusan bisnis.,” katanya.

Tata juga menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan setelah pelatihan agar materi dapat diterapkan secara konsisten dalam usaha. Menurutnya, banyak peserta pelatihan belum memperoleh hasil optimal karena kurang mendapatkan pendampingan setelah kegiatan selesai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....