Mantan Atlet Nasional Dukung Gianto Hartono Pimpin KONI Jabar

  • 21 Sep 2026 14:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jawa Barat, dinamika bursa calon Ketua Umum KONI Jabar periode 2026-2030 semakin menghangat. Sejumlah dukungan mulai bermunculan kepada Sekretaris Umum KONI Jawa Barat sekaligus Ketua Umum Pengprov FORKI Jabar, Gianto Hartono, SE.

Meski hingga kini Gianto Hartono belum secara resmi menyatakan pencalonannya sebagai Ketua Umum KONI Jawa Barat, dukungan terhadap dirinya terus mengalir. Dukungan tersebut tidak hanya datang dari sejumlah pimpinan cabang olahraga (cabor), tetapi juga dari kalangan mantan atlet yang pernah merasakan langsung kiprahnya dalam pembinaan olahraga.

Salah satu dukungan datang dari mantan atlet lari nasional asal Jawa Barat, Khaled Mufleh Muhammad Al Quraisy. Atlet yang akrab disapa Arab tersebut menyatakan dukungannya terhadap Gianto Hartono untuk memimpin KONI Jawa Barat periode 2026-2030.

Menurut Arab, Gianto merupakan sosok yang memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi atlet. Ia menilai Gianto mampu mengayomi, mendengarkan keluhan atlet, serta berupaya memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

“Beliau sosok yang peduli terhadap permasalahan atlet dan bisa mengayomi atau mendengarkan keluh kesah atlet. Apa yang dilakukan beliau kepada saya sangat berkesan,” jelas Arab saat ditemui di Bandung, Senin 21 September 2026.

Mantan atlet nomor 3.000 meter steeplechase atau lari halang rintang tersebut mengatakan, perhatian Gianto tidak hanya dirasakan oleh dirinya. Menurut Arab, sejumlah atlet lain juga merasakan kepedulian dan dukungan yang diberikan Gianto selama menjalankan tugasnya di lingkungan olahraga Jawa Barat.

“Saya yakin, jika atlet punya masalah di lapangan, begitu menghadap beliau, pasti beres, semua ada solusinya. Jadi, kalau sudah keluar dari ruangannya, atlet pasti senyum penuh bangga,” tambahnya.

Arab mengaku memiliki pengalaman langsung mengenai perhatian Gianto terhadap atlet. Semasa dirinya masih aktif sebagai atlet, berbagai persoalan yang dihadapinya di lapangan mendapatkan perhatian dan dukungan dari Sekretaris Umum KONI Jawa Barat tersebut.

“Selalu ada solusi serta jalan keluar terhadap permasalahan yang saya hadapi di lapangan. Bagi saya sebagai mantan atlet, beliau selalu memberikan support,” tegas Arab.

Dukungan Gianto kepada dirinya, lanjut Arab, bahkan tidak berhenti ketika dirinya masih aktif sebagai atlet. Setelah mengakhiri karier sebagai atlet, Arab mengaku mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan keluarga besar KONI Jawa Barat sebagai karyawan.

Kesempatan tersebut menjadi salah satu hal yang sangat berarti bagi Arab. Ia mengaku sempat bertahun-tahun tidak memiliki pekerjaan sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan bergabung di lingkungan KONI Jawa Barat.

“Setelah bertahun-tahun menganggur, alhamdulillah, terima kasih Pak Gianto,” ujar Arab.

Karena memiliki pengalaman tersebut, Arab mengaku merasa senang ketika mendengar nama Gianto mulai didorong sejumlah pimpinan cabor untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Jawa Barat. Baginya, dukungan tersebut menjadi sinyal bahwa sosok Gianto mendapatkan kepercayaan dari insan olahraga Jawa Barat.

“Begitu mendengar Pak Gianto dicalonkan pimpinan cabor lain untuk maju sebagai Ketua Umum KONI Jabar, hati saya begitu senang,” kata Arab.

Arab menyadari dirinya tidak memiliki hak suara dalam Musorprov KONI Jawa Barat. Namun, sebagai mantan atlet yang pernah merasakan langsung pembinaan dan dinamika olahraga prestasi, ia berharap aspirasi serta dukungannya terhadap Gianto dapat menjadi bagian dari perhatian dalam proses pemilihan nanti.

“Pokoknya saya akan dukung lahir batin untuk Pak Gianto. Saya tahu tidak punya hak suara memilih. Tapi ini kan harapan mantan atlet yang tahu pasti siapa sosok pimpinan KONI Jabar ke depan,” pungkasnya.

Arab sendiri memiliki rekam jejak panjang sebagai atlet atletik nasional. Ia pernah meraih medali emas pada PON XII 1989 di Jakarta serta sejumlah prestasi lainnya di tingkat nasional dan internasional, termasuk medali emas Kejurnas 2009-2015, medali perak SEA Games 2011, serta medali perak Taiwan Open 2011.

Selain itu, Arab tercatat tampil pada SEA Games 2013 dan 2015 dengan menempati peringkat keempat. Ia kemudian mengakhiri kariernya sebagai atlet menjelang PON 2016 karena mengalami sakit. Pengalaman panjang tersebut membuatnya memiliki perhatian khusus terhadap keberlangsungan pembinaan dan kesejahteraan atlet Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....