Ketua PABSI Minta Nahkoda Baru KONI Jabar Punya Visi Strategis

  • 15 Sep 2026 09:31 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Gelaran Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat baru akan berlangsung pada Desember 2026 mendatang. Kendati pelaksanaannya masih beberapa bulan lagi, bursa calon Ketua Umum KONI Jabar masa bakti 2026–2030 mulai mencuat dan menjadi perhatian jajaran pengurus cabang olahraga (cabor).

Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI) Jawa Barat, Edy Kusmawan, menegaskan bahwa pemimpin baru KONI Jabar harus memiliki kualitas mumpuni untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga Tanah Pasundan. Menurutnya, kepemimpinan KONI ke depan tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman organisasi, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan pembinaan olahraga yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Edy Kusmawan di Bandung, Senin 14 September 2026. Ia menilai calon Ketua Umum KONI Jabar perlu memiliki visi dan misi yang jelas, disertai program kerja jangka pendek serta jangka panjang yang terukur. Rencana tersebut harus mampu menjadi pedoman bagi pembinaan atlet dan pengembangan prestasi seluruh cabor di Jawa Barat.

"Calon Ketua KONI ke depan harus adaptif terhadap situasi dan kondisi tertentu. Tantangan ke depan sangat besar, terutama menghadapi agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan berlangsung di NTB-NTT dan DKI Jakarta," ujar Edy.

Menurut Edy, agenda PON XXII 2028 menjadi salah satu tantangan utama yang harus dipersiapkan sejak dini oleh kepengurusan KONI Jabar mendatang. Jawa Barat memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan prestasi setelah berhasil meraih gelar juara umum PON tiga kali berturut-turut, yakni pada PON XIX 2016, PON XX 2021, dan PON XXI 2024.

Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tersebut, lanjut Edy, membutuhkan sistem manajerial yang tangguh serta kemampuan membaca kebutuhan pembinaan secara tepat. Kepemimpinan KONI Jabar harus mampu menyatukan potensi seluruh cabor, memperkuat koordinasi, dan memastikan program persiapan atlet berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Selain memiliki visi strategis, Edy menekankan pentingnya sensitivitas seorang pemimpin terhadap dinamika pembinaan atlet dan kebutuhan spesifik masing-masing cabor. Ia berharap Ketua Umum KONI Jabar terpilih nantinya tidak hanya berorientasi pada pencapaian target medali, tetapi juga memahami persoalan yang dihadapi atlet, pelatih, serta pengurus cabor.

"Pemimpin mendatang harus punya sensitivitas tinggi terhadap apa saja yang dibutuhkan cabor dan atlet untuk peningkatan prestasi. Bukan sekadar merencanakan, tapi paham realita di lapangan," tegasnya.

Kemampuan memecahkan masalah atau problem solving juga menjadi perhatian penting PABSI Jabar. Edy menyebut dinamika olahraga daerah kerap dihadapkan pada berbagai kendala teknis dan operasional, termasuk penyesuaian program akibat efisiensi anggaran. Karena itu, pemimpin KONI mendatang harus mampu mengambil keputusan yang tepat tanpa menghambat proses pembinaan atlet.

"Jika di perjalanan ada kendala atau hambatan, terutama soal efisiensi anggaran, Ketua KONI harus mampu menghadirkan solusi konkret tanpa mengorbankan kualitas pembinaan atlet," tambah Edy.

Terkait arah dukungan dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Jabar, Edy menegaskan bahwa PABSI Jabar hingga kini belum menentukan sikap resmi. Menurutnya, proses penjajakan masih berlangsung untuk mengetahui calon yang benar-benar memenuhi kriteria kepemimpinan dan persyaratan organisasi.

"Untuk angkat besi sendiri belum bisa bersikap karena saat ini masih terlalu dini, dan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) juga belum dibentuk. Saat ini kami masih dalam tahap menjajaki siapa bakal calon yang benar-benar memenuhi persyaratan tersebut," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....