Gimnastik Jabar Usulkan Gianto Hartono Pimpin KONI 2026-2030
- 08 Sep 2026 11:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Dinamika bursa pencalonan Ketua Umum KONI Jawa Barat periode 2026–2030, kian memanas dengan munculnya sejumlah nama yang disebut memiliki dukungan dari berbagai cabang olahraga. Kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari proses demokrasi dalam menentukan sosok yang akan memimpin organisasi olahraga prestasi Jawa Barat ke depan.
Ketua Gimnastik Indonesia (GI) Jawa Barat, Dika Chrisna Irzandi, mengatakan pihaknya menyambut positif munculnya sejumlah figur yang ingin berkontribusi bagi kemajuan olahraga Jawa Barat. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam proses pencalonan merupakan hal yang wajar selama tetap mengedepankan kepentingan olahraga.
"Dinamika yang terjadi sekarang ini sangat demokratis. Sudah ada beberapa nama yang mengerucut, mencalonkan diri dan mengklaim mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Kami menyambut baik semua tokoh yang ingin berkontribusi untuk olahraga Jawa Barat," kata Dika.Di Bandung,Selasa 8 September 2026.
Dalam menghadapi tantangan olahraga prestasi ke depan, Dika menyebut FGI Jawa Barat memiliki pandangan mengenai karakter pemimpin yang dibutuhkan KONI Jabar. Sosok tersebut, menurut dia, harus mempunyai pengalaman, mampu menjaga soliditas organisasi, sekaligus memiliki keberanian untuk menghadapi persaingan pada ajang olahraga nasional mendatang.
Dika menilai tantangan Jawa Barat pada PON mendatang tidak akan ringan. Selain persaingan dengan provinsi lain, terdapat sejumlah daerah yang akan menjadi tuan rumah sehingga diperkirakan memiliki keuntungan tersendiri dalam persiapan dan pencapaian prestasi.
"Kami memandang ada satu sosok yang menurut cabang olahraga kami siap menghadapi gempuran tiga tuan rumah di depan. Memang ada NTT dan NTB, tetapi menurut saya pemain utamanya tetap DKI. Persaingannya akan sangat dahsyat," ujarnya.
Berdasarkan analisisnya, Dika bahkan memperkirakan Jawa Barat akan menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan gelar juara umum PON. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah berakhirnya masa kejayaan sejumlah atlet andalan Jawa Barat yang selama ini menjadi penyumbang medali.
"Secara data, kami melihat kemungkinan besar Jawa Barat tidak mudah untuk kembali menjadi juara umum. Banyak atlet andalan yang sudah pensiun. Tetapi kami tidak bermaksud menyudutkan siapa pun, terutama calon yang kami usung," kata Dika.
Di tengah kondisi tersebut, GI Jawa Barat mengusulkan Ketua Umum FORKI Jawa Barat sekaligus Sekretaris Umum KONI Jawa Barat, Gianto Hartono, untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Jawa Barat periode 2026–2030. Dika menilai Gianto mempunyai pengalaman panjang dalam pengelolaan organisasi olahraga sehingga dinilai mampu menjaga kekompakan seluruh cabang olahraga.
"Menurut kami, sosok beliau mampu tetap membawa kita kompak dalam suka maupun duka. Karena itu, dari Federasi Gimnastik Indonesia Jawa Barat, kami mengusulkan Bapak Gianto Hartono untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Barat periode 2026–2030," tuturnya.
Menurut Dika, pengalaman Gianto di lingkungan KONI Jawa Barat menjadi salah satu alasan utama munculnya dukungan tersebut. Ia menyebut Gianto telah berkiprah selama puluhan tahun dalam organisasi olahraga Jawa Barat sehingga dinilai memahami karakter dan kebutuhan cabang olahraga.
"Ketokohan beliau sudah kami lalui dan rasakan bersama. Beliau juga sangat berpengalaman di KONI Jawa Barat, sudah sekitar 20 tahun atau bahkan puluhan tahun berkecimpung di sana. Kami menilai beliau mampu menjaga kekompakan kita semua," katanya.
Dika juga menyoroti semangat juang atau fighting spirit Gianto dalam mempertahankan target prestasi Jawa Barat. Di tengah berbagai prediksi yang menyebut Jabar akan kesulitan mempertahankan gelar juara umum, Gianto disebut tetap menunjukkan keyakinan bahwa target tersebut masih dapat diperjuangkan.
"Sampai hari ini, beliau menyampaikan bahwa bagaimanapun caranya kita harus tetap juara umum. Walaupun analisis kami berdasarkan data cukup berat karena banyak atlet andalan yang pensiun, semangat seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh cabang olahraga," ujar Dika.
Selain memiliki semangat juang, Dika menilai Gianto selama menjabat Sekretaris Umum KONI Jawa Barat menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan cabang olahraga dan atlet. Ia menyebut dukungan tersebut kerap terlihat dari hal-hal sederhana, termasuk kemudahan dalam memberikan rekomendasi bagi atlet maupun insan olahraga yang membutuhkan dukungan administratif.
"Saya melihat hal-hal simpel yang menjadi dasar kebutuhan atlet. Misalnya pemberian rekomendasi bagi atlet yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi atau yang kemudian berkarier di bidang lain. Beliau tidak ribet selama tujuannya menunjang kebaikan personal tersebut," katanya.
Dika menambahkan, Gianto juga dinilai responsif ketika menghadapi persoalan internal organisasi. Menurutnya, selama persoalan tersebut berkaitan dengan keberlangsungan organisasi dan kebutuhan cabang olahraga, Gianto berupaya mengambil langkah penyelesaian tanpa memperumit keadaan.
"Kalau ada kekurangan atau persoalan yang terjadi di organisasi kami, biasanya langsung di-tackle. Tidak banyak berpikir untuk kembali mempertanyakan hal-hal lain. Yang penting kantor KONI Jawa Barat ini tetap hidup dan roda organisasi berjalan," ucapnya.
Meski telah menyampaikan dukungan secara terbuka, Dika mengakui belum pernah melakukan pembicaraan khusus dengan Gianto mengenai pencalonan tersebut. Ia bahkan belum mengetahui apakah Gianto bersedia maju atau justru keberatan dengan pernyataan yang disampaikannya. "Ini lebih kepada hati nurani kami. Saya juga tidak tahu apakah beliau berkenan atau tidak dengan statement yang saya keluarkan. Belum ada pembicaraan khusus sama sekali dengan beliau," katanya.
Dika menegaskan dukungan tersebut merupakan hasil pembahasan internal di lingkungan Federasi Gimnastik Indonesia Jawa Barat. Ia juga menekankan bahwa pihaknya tetap menghormati kepemimpinan Ketua Umum KONI Jawa Barat saat ini, Prof. Muhammad Budiana, terlebih agenda Porprov Jawa Barat 2026 masih menjadi prioritas bersama.
"Kami tetap menghormati Bapak Profesor Muhammad Budiana. Saat ini kami juga sedang mempersiapkan Porprov dan tentunya berharap Porprov sukses untuk menunjang prestasi Jawa Barat di PON. Namun, setelah Porprov nanti, cabang olahraga juga perlu memikirkan bagaimana keberlanjutan organisasi ke depan," pungkas Dika.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....