Yoko Tegaskan Dukungan untuk Gianto Hartono Pimpin KONI Jawa Barat
- 10 Sep 2026 15:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Barat, H. Yoko Angga Surya, menyatakan dukungannya terhadap Sekretaris Umum (Sekum) KONI Jawa Barat sekaligus Ketua FORKI Jawa Barat, Gianto Hartono, apabila mendapat dorongan dari sejumlah cabang olahraga (cabor) untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Jawa Barat periode 2026-2030.
Menurut Yoko, Gianto merupakan sosok yang dinilai memahami berbagai persoalan yang dihadapi KONI Jawa Barat. Ia menilai pengalaman Gianto selama berada di lingkungan organisasi olahraga menjadi modal penting untuk menghadapi dinamika dan tantangan pembinaan prestasi olahraga di Jawa Barat.
"Saya sangat respek. Kalau Kang Ogi (Gianto Hartono) memang diusung dan maju, saya pasti dukung sepenuh hati. Saya akan berusaha menggolkan beliau untuk menjadi Ketua Umum KONI Jawa Barat," ujar Yoko.di ASPROV PSSI Jawa Barat,Jalan Lodaya Kota Bandung,Kamis 10 September 2026.

Yoko mengatakan, salah satu alasan dirinya memberikan dukungan karena Gianto dinilai memiliki karakter fleksibel dan mampu memahami berbagai persoalan yang terjadi di tubuh KONI Jawa Barat. Kemampuan tersebut, menurutnya, dibutuhkan untuk menyatukan kepentingan KONI dengan seluruh cabor.
"Dia orang yang fleksibel, orang yang sangat mengerti kekisruhan-kekisruhan di KONI dan bisa menyelesaikannya. Saya melihat beliau selalu bisa memberikan solusi," katanya.
Di tengah kondisi olahraga nasional yang memasuki masa efisiensi anggaran, Yoko menilai sosok pemimpin KONI harus memiliki kemampuan berpikir strategis dan mencari solusi tanpa mengabaikan kebutuhan pembinaan atlet. Dalam pandangannya, Gianto memiliki kapasitas tersebut.
"Yang saya tahu, orang yang otaknya selalu memikirkan untuk kebaikan KONI dan cabor itu ya Gianto. Kalau sekali-kali bertemu Sekum, pembicaraannya selalu tentang masa depan cabor dan masa depan prestasi Jawa Barat," tutur Yoko.
Yoko mengaku sebenarnya Gianto sudah beberapa kali ditanya mengenai kemungkinan maju sebagai calon Ketua Umum KONI Jawa Barat. Namun, kata dia, Gianto selama ini cenderung enggan menyatakan kesiapannya dan justru mempersilakan figur lain untuk maju.
"Saya berkali-kali tanya, 'Kenapa bukan maju?' Beliau selalu bilang, 'Enggaklah, yang lain saja yang maju.' Tetapi dengan fenomena sekarang, ketika ada beberapa kawan yang mengusung beliau, saya pasti ikut mengusung," ungkapnya.
Yoko bahkan menegaskan bahwa dirinya tetap menginginkan Gianto berada dalam jajaran pimpinan KONI Jawa Barat, terlepas dari siapa yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum. Ia menyebut posisi Sekum KONI Jabar menjadi pilihan yang menurutnya tepat bagi Gianto.
"Kalau untuk saya, semoga Kang Ogi maju. Tapi kalau tidak maju, siapa pun ketua umumnya, Sekumnya tetap Ogi. Kalau pilihan saya, itu sudah tidak ada lagi. Tegas saya, siapa pun ketumnya, Sekumnya Ogi," tegas Yoko.

Terkait rencana dukungan secara tertulis, Yoko mengatakan dirinya akan terlebih dahulu bertemu langsung dengan Gianto untuk memastikan keseriusannya maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum KONI Jawa Barat. Pertemuan tersebut diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
"Semoga minggu depan saya ada waktu untuk bertemu. Saya akan menanyakan langsung, apakah beliau betul-betul maju atau tidak. Kalau memang betul, saat itu juga saya akan membuat surat dukungan untuk Kang Ogi," katanya.
Yoko mengaku sudah mengenal Gianto sejak sekitar 2016. Saat itu, Yoko masih berada di lingkungan PSSI dan sudah melihat langsung cara Gianto menangani berbagai persoalan organisasi maupun kebutuhan cabang olahraga.
"Sejak 2016, berarti sudah sekitar 10 tahun. Waktu itu saya masih di PSSI. Kalau ada masalah apa-apa, beliau selalu memecahkan dan memberikan solusi. Selalu seperti itu," ujar Yoko.
Ia juga membenarkan bahwa Gianto pernah memberikan bantuan pribadi untuk mendukung kebutuhan kegiatan cabor. Yoko menceritakan pengalamannya ketika PGSI Jawa Barat mengajukan anggaran untuk pelaksanaan rapat kerja, namun pengajuan tersebut tidak dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
"Saya pernah mengajukan anggaran ke KONI Jawa Barat. Mungkin karena anggarannya kosong, akhirnya ditolak. Saya bilang ke Sekum, 'Raker ditolak, padahal raker itu wajib.' Beliau bilang, 'Memang tidak ada anggaran, sok minta ke rekening Haji.' Tapi saya tolak, saya tidak mau," jelasnya.
Menurut Yoko, keputusan menolak bantuan pribadi tersebut bukan karena meragukan niat Gianto, melainkan karena ia menilai kegiatan organisasi semestinya tetap memiliki dukungan anggaran kelembagaan. Meski demikian, sikap Gianto yang bersedia membantu dengan dana pribadi dinilainya menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan kegiatan cabor.
"Saya sendiri punya uang, tapi bukan berarti saya mau memakai uang pribadi untuk kegiatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab organisasi. Tetapi dari situ saya melihat kepedulian beliau terhadap cabor," katanya.
Yoko pun mengajak pimpinan cabor lainnya untuk melihat rekam jejak Gianto secara objektif, khususnya dalam mendukung pembinaan prestasi olahraga Jawa Barat. Ia menilai pengalaman sebagai pimpinan cabor, pengusaha, serta Sekum KONI menjadi kombinasi yang dapat menjadi modal kuat untuk memimpin KONI Jabar.
"Dia punya pengalaman menjadi ketua cabor, seorang pengusaha, kemudian sudah beberapa periode berada di KONI sebagai Sekum. Dia juga ikut dalam perjalanan sukses Jawa Barat meraih juara PON tiga kali berturut-turut.," pungkas Yoko.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....