Jejak Leluhur Minangkabau di Negeri Seribu Menhir

  • 26 Jul 2024 20:12 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Gugusan 1000 Menhir di nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi daya tarik wisata yang unik. Sebab, gugusan tersebut menyimpan kisah peradaban masa lampau kebudayaan Minangkabau yang masih menjadi misteri.

Desa atau Nagari yang dikenal dengan sebutan Nagari seribu menhir berlokasi di Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Desa tersebut memiliki situs arkeologi kuno peradaban di zaman megalitikum yang menjadi daya tarik destinasi wisata minat khusus, terutama kalangan peneliti dari dalam dan luar negeri.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumatera Barat yang juga ahli arkeolog Universitas Andalas, Prof. Herwandi mengungkapkan, hingga saat ini sejumlah riset terhadap menhir tersebut telah dilakukan. Badan Riset dan Inovasi Nasional bekerjasama dengan arkeolog Australia mengungkapkan hasil riset tersebut, tengkorak yang terdapat pada menhir maek diperkirakan berusia sekitar seribu lima ratus lima puluh sebelum masehi.

“Jika kita bandingkan dengan pola-pola penguburan yang ada di Indonesia, ternyata itu sangat tua sekali. Maek itu memendam peradaban yang sangat tua. Saya berani menyatakan bahwa sebagian karakter ke-Minangkabauan sudah ada di masa itu, tadi seni misalnya, pola ukir itiak pulang patang ada disitu (menhir maek) dan semua pola ukir yang ada di masa sekarang,” ucap Prof. Herwani, Jumat (26/7/2024).

Prof. Herwandi menambahkan, festival maek telah menjadi awal dari perjalanan panjang untuk menyingkap kebenaran jejak luhur kebudayaan minangkabau yang telah ada di Nagari Maek, Kabupaten Lima Puluh Kota. Disamping itu festival maek tersebut dapat menjadi kesempatan pengunjung untuk melihat sejarah peradaban budaya Minangkabau dan menambah khazanah pengetahuan yang bernilai edukasi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....