Pesona Taman Wisata Alam Laut Teluk Maumere

  • 20 Nov 2023 15:36 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende : Teluk Wisata Alam Laut Teluk Maumere juga dikenal dengan nama Gugus Pulau Teluk Maumere, karena terdiri atas 10 pulau besar dan kecil yang sebagian berpenghuni, yaitu Pulau Besar, Pulau Koja, Pulau Pemana, Pulau Kambing (Pemana Kecil), Pulau Sukun, Pulau Parumaan, Pulau Dambila, Pulau Pangabatang, Pulau Babi, dan Pulau Kondo.

Topografinya berbukit dan bergunung, dengan iklim tipe F (Schmidt dan Ferguson), puncak tertinggi adalah Pulau Besar (931mdpl) sedangkan pulau-pulau lainnya berketinggian 75-294mdpl.

Ekosistem Teluk Wisata Alam Laut Teluk Maumere terdiri atas hutan mangrove, hutan pantai, hutan savana, dan hutan dataran rendah. Hutan mangrove Teluk Wisata Alam Laut Teluk Maumere disusun oleh 16 spesies dari 8 famili, antara lain Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Pemphis acidula, Bruguiera gymnorhiza, dan Avicenia lanata. Hutan pantai didominasi oleh jenis Barringtonia asiatica, ketapang (Terminalia catappa), waru laut (Hibiscus tiliaceus), dan pandan (Pandanus tectorius). Jenis alang-alang (Imperata cylindrica) mendominas hutan savana.

Adapun hutan dataran tinggi didominasi antara lain jenis bintangur (Calophylllum soulattri), emba (Podocarpus inibricatus), ipi (Intsia bijuga), keam (Cynometra reniiflora), wiilo (Grewia oriocarpa), pelawan (Eucalyptus urophylla), solo (Myristica sp), dan angsana (Pterocarpus indicus). Padang lamunnya tersusun atas 8 spesies, yaitu Enhalus acoroides, Halophilla ovalis, Halophila decipiens, Thalasia hempricii, Halodule uninervis, Syringodium isoetifolium, Cymodocea serrulata, dan Thalasia hemprichi.

Padang lamun dan terumbu karang di Teluk Wisata Alam Laut Teluk Maumere juga menjadi sumber pakan bagi penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan duyung (Dugong dugon). Lumba-lumba (Dolphinus dolpin) juga dapat dijumpai pada kawasan perairan ini.

Sebanyak 24 jenis karang (soft dan hard coral) menyusun ekosistem terumbu karang dengan dominansi famili Acroporidae, dengan genus di antaranya di antaranya Montipora, Acropora, Lobiphyla, Pictirina, Stylophora, Porites, Pavana.

Kawasan Teluk Maumere pernah mengalami bencana alam tsunami pada tahun 1992 dengan episentrum beberapa kilometer dari Pulau Babi. Pulau Babi yang dulunya berpenghuni, ditinggalkan penduduknya karena bencana alam tersebut. Saat ini masih dapat dijumpai bekas perkampungan masyarakat dan kebunnya. Di perairan sekitarnya terdapat patahan akibat gempa bumi yang menarik untuk diamati sembari menyelam.

Pulau Besar adalah pulau terbesar dan bersama Pulau Dambila dan Pulau Pangabatang membentuk penghalang alami untuk arus air masuk –keluar teluk. Hal ini menyebabkan perairan Teluk Maumere cenderung tenang dan acapkali Cetacean (lumba-lumba, paus sperma, paus pilot, dan hiu paus) dijumpai. Waktu terbaik untuk melihat mamalia laut tersebut adalah musim hujan (November –Desember) untuk paus sperma dan bulan April-Mei untuk hiu paus.

Terdapat 30 lokasi penyelaman (dive sites) di kawasan Teluk Maumere dan sesuai bagi penyuka ”muckdiving” untuk dapat mengamati biota laut berukuran kecil, misalnya cumi-cumi, kelinci laut (nudibranch), dan ikan kodok.

Untuk menuju kawasan ini dapat ditempuh melalui jalur darat, laut, maupun udara, dengan rute sebagai berikut:

a. Jalur Darat:

Jalur darat dapat dimulai dari Surabaya ke Maumere dengan jarak tempuh ± 1.731 Km serta dengan waktu tempuh 47 jam nonstop, melewati 4 pulau menggunakan kapal fery penyebrangan, dengan rute sebagai berikut: Surabaya – Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) – Naik Fery Penyebrangan – Pelabuhan Gilimanuk (P.Bali) – Pelabuhan Padang Bai (P.Bali) – Naik Fery Penyebrangan – Pelabuhan Lembar (P.Lombok) – Pelabuhan Kayangan (P.Lombok) – Naik Fery Penyebrangan – Pelabuhan Poto Tano (P.Sumbawa) – Bima – Pelabuhan Sape (P.Sumbawa) – Naik Fery Penyebrangan – Pelabuhan Labuan Bajo (P.Flores) – Labuan Bajo – Ruteng – Bajawa – Ende – Maumere – TWA Gugus Pulau Teluk Maumere.

b. Jalur Laut:

Jalur laut menggunakan kapal pelni maupun kapal roro, apabila dimulai dari Surabaya maka pelabuhan pertama adalah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan pelabuhan akhir adalah Pelabuhan Lorens Say, Maumere. Adapun jadwal kapal dari Surabaya ke Mumere hampir setiap minggu ada,baik kapal pelni maupun kapal roro, untuk selanjutnya dapat di lanjutkan menggunakan perahu maupun kapal fery penyebrangan menuju TWA Gugus Pulau Teluk Maumere.

c. Jalur Udara:

Untuk jalur udara menuju maumere sudah cukup banyak pilihan baik yang langsung maupun transit dengan jadwal setiap hari dan berbagai tipe pesawat seperti Boeing 737, Airbus 320, ataupun ATR 72, berikut beberapa pilihan jalur udara yang tersedia:

    • Surabaya (Juanda) – Denpasar(NgurahRai) – Labuan Bajo (Komodo) – Maumere (Frans Seda).
    • Surabaya (Juanda) – Kupang (ElTari) – Maumere (Frans Seda).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....