BPOLBF dan IN-FLORES Satukan Pariwisata, Budaya, dan Konservasi di Natas Parapuar

  • 15 Jun 2026 07:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Upaya mengembangkan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Weekend at Parapuar(WAP) yang digelar Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama IN-FLORES di Natas Parapuar, Sabtu 13 Juni 2026.

Kegiatan yang menggabungkan unsur edukasi, pelestarian lingkungan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas konservasi, pelaku UMKM, serta masyarakat umum dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Labuan Bajo Flores.

Berbagai kegiatan edukatif digelar sepanjang acara, mulai dari lomba mewarnai tingkat TK/PAUD dan lomba menggambar tingkat sekolah dasar dengan tema keanekaragaman hayati Flores. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal kekayaan alam daerahnya sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Selain itu, sejumlah mitra IN-FLORES turut ambil bagian melalui stan pameran dan edukasi, termasuk organisasi konservasi Burung Indonesia. Kehadiran pelaku UMKM dari sejumlah wilayah seperti Warloka dan Papagarang juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat dan wisatawan.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurutnya, kolaborasi bersama IN-FLORES menjadi langkah nyata untuk menghadirkan ruang edukasi yang memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kekayaan alam dan budaya Flores.

“Pariwisata berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang destinasi yang indah, tetapi juga bagaimana kita menjaga alam, melibatkan masyarakat, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya yang menjadi kekuatan utama Flores,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andhy menambahkan, kawasan Parapuar memiliki potensi besar sebagai ruang publik yang dapat menjadi pusat berbagai aktivitas kreatif, edukatif, dan budaya yang melibatkan masyarakat secara luas.

Sementara itu, Koordinator Bentang Darat dan Bentang Laut Wilayah Barat Program IN-FLORES, Imanuddin Utoro, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Menurutnya, promosi UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan WAP merupakan bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal agar dapat memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk unggulan mereka kepada wisatawan.

“Selain mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kreatif bagi anak-anak untuk mengenal keanekaragaman hayati Flores serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Sebanyak 15 pelaku UMKM lokal turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan beragam produk kuliner dan minuman khas. Kehadiran mereka dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dalam ekosistem pariwisata berkelanjutan.

Pada sore hingga malam hari, suasana Natas Parapuar semakin semarak dengan berbagai hiburan dan pertunjukan budaya. Pengunjung disuguhkan penampilan tari tradisional, musik dari sejumlah band lokal, hingga berbagai permainan interaktif yang dapat dinikmati seluruh kalangan.

Melalui kolaborasi ini, BPOLBF dan IN-FLORES berharap pengembangan pariwisata di Labuan Bajo tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mampu menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dari destinasi wisata berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....