Warga Baradatu Laporkan Dugaan Pengeroyokan ke Polisi

  • 17 Jun 2026 09:34 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan – Hendri Aryanto, warga Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialaminya ke Polres Way Kanan.

Laporan tersebut telah teregister dengan Nomor: TBL/B/89/VI/2026/SPKT/Polres Way Kanan/Polda Lampung. Perkara ini mengacu pada dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum sebagaimana diatur dalam Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB di depan Rumah Sakit Haji Kamino (RSHK), Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu.

Korban mengaku menjadi sasaran pemukulan yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial R alias M bersama beberapa rekannya.

Akibat kejadian tersebut, Hendri mengalami sejumlah luka fisik, seperti lebam di wajah dan luka lecet. Korban juga dilaporkan mengalami muntah berulang serta pusing berkepanjangan.

Korban didampingi tim kuasa hukum dari Kantor Pengacara Fery Irawan, MH & Rekan saat melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Way Kanan.

Salah satu kuasa hukum korban, Beni Idris, mengatakan pihaknya telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada penyidik.

"Kami telah resmi melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialami klien kami. Seluruh bukti pendukung yang ada pada kami juga telah diserahkan. Kami berharap laporan ini ditindaklanjuti secara profesional dan transparan oleh penyidik," ujar Beni Idris, Rabu, 17 Juni 2026.

Dia meminta penyidik segera memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat dan memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami mendesak penyidik untuk segera memeriksa seluruh pihak yang diduga kuat terlibat. Jika dua alat bukti yang sah telah terpenuhi, kami minta proses penetapan tersangka segera dilakukan," katanya.

Menurut Beni, kondisi korban saat ini belum sepenuhnya pulih dan masih mengalami trauma pasca kejadian.

Polres Way Kanan masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait laporan dugaan pengeroyokan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....