Desa Les, Destinasi Wisata Unggulan dengan Kekayaan Alam dan Budaya
- 01 Sep 2024 07:19 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan ke Desa Les, Kabupaten Buleleng, sebagai bagian dari penilaian dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Desa Les berhasil masuk dalam 50 besar desa wisata, menjadi perhatian utama dengan potensi pariwisatanya yang kian berkembang.
Perbekel Desa Les, Gede Adi Wistara menyatakan kebanggaannya atas kunjungan tersebut. “Kami merasa sangat bangga dan terhormat menjadi desa yang pertama dikunjungi oleh tiga menteri sekaligus. Ini merupakan bukti nyata perhatian besar terhadap perkembangan Desa Les sebagai desa wisata yang ramah perempuan dan anak,” ujarnya.

Selain Menparekraf Sandiaga Uno, kunjungan ini juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, dan perwakilan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ivanovich Agusta. Para menteri ini didampingi oleh Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa.
Desa Les dikenal dengan pesona alamnya yang luar biasa, termasuk pantai sepanjang lebih dari 3 kilometer yang menjadi surga bagi para penyelam. Spot menyelam populer seperti "Paradise" dan keindahan air terjun alami yang terjaga keasliannya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. Tak heran, setiap bulan desa ini dikunjungi hampir 500 wisatawan mancanegara, meskipun kunjungan wisatawan lokal masih perlu ditingkatkan.

Selain itu, Desa Les juga menawarkan beragam kegiatan wisata, seperti snorkeling, memancing, dan produksi garam yang telah diakui hingga ke pasar internasional. Homestay-homestay di desa ini juga menjadi favorit para pelancong yang ingin merasakan kehidupan masyarakat lokal.
Pengembangan Desa Les tidak hanya fokus pada pariwisata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan dan anak. Desa ini telah melibatkan perempuan dalam berbagai sektor, termasuk pengolahan sampah dan pengelolaan bank sampah di sekolah dasar.
"Kami terus berkomitmen untuk memastikan anggaran desa digunakan untuk kesejahteraan perempuan dan anak," ucap Wistara.
Desa Les juga memiliki tradisi budaya yang unik, seperti "Upacara Mertua," penguburan tanpa upacara Ngaben, yang menambah daya tarik wisata budaya desa ini.
Menparekraf Sandiaga Uno mengapresiasi langkah-langkah inovatif yang dilakukan oleh Desa Les dalam mengembangkan potensi wisatanya. Dukungan dari pemerintah kabupaten dan provinsi diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga Desa Les bisa terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Harapan kedepan kunjungan para menteri ini dapat menjadi titik awal bagi peningkatan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah. Gede Adi Wistara menyampaikan harapannya agar Desa Les bisa menjadi contoh desa wisata yang tidak hanya mempromosikan keindahan alam dan budayanya, tetapi juga mengutamakan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama perempuan dan anak.

“Dengan masuknya Desa Les dalam 50 besar desa wisata nasional, kami berharap pemerintah kabupaten dan provinsi terus memberikan bantuan dan pendampingan, sehingga desa kami dapat terus berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri,” ucapnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....