Harmoni Ajaran Buddha dan Ilmu Pengetahuan

  • 22 Jul 2026 10:58 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Diskusi menarik mengenai perjumpaan antara ajaran spiritual dan perkembangan sains modern mengemuka dalam siaran radio RRI Pro 1 Tarakan. Penyuluh Agama Buddha Kota Tarakan, Aditya Dhammajaya, S.Ag., menyampaikan bagaimana ajaran Buddha tentang lima hukum alam (Niyama) sangat sejalan dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan modern.

Dalam siaran Mimbar Agama Buddha tersebut, dijelaskan bahwa konsep Utu Niyama dan Bija Niyama mencakup bidang fisika, meteorologi, hingga ilmu genetika. Ajaran klasik ini membuktikan bahwa spiritualitas Buddha sejak ribuan tahun lalu telah membuka ruang dialog yang sehat dengan ilmu pengetahuan.

Sinergi antara pemikiran ilmiah dan nilai keagamaan ini dinilai amat krusial untuk memperkuat semangat moderasi beragama di Indonesia. "Ajaran Buddha membuka ruang dialog yang sehat antara sains dan spiritualitas, karena keduanya sama-sama berupaya memahami keteraturan alam semesta," ungkap Aditya.

Pendekatan ini mendidik masyarakat untuk memiliki sikap terbuka, rasional, dan toleran terhadap perbedaan pandangan dalam memahami tatanan alam. Di wilayah heterogen seperti Kota Tarakan, cara pandang yang inklusif ini menjadi perekat sosial yang sangat berharga.

Penyampaian materi tersebut juga menepis anggapan mistis atau takhayul yang kerap melekat pada pemahaman fenomena alam di masyarakat. Keteraturan siklus cuaca maupun pewarisan sifat biologis dipahami murni sebagai hukum keteraturan sebab-akibat yang dapat dipelajari secara ilmiah.

Dengan memadukan rasionalitas sains dan kearifan spiritual, umat diajak untuk bersikap lebih tenang dan tidak mudah terguncang oleh perubahan zaman. Agama dan sains terbukti dapat berjalan berdampingan tanpa harus saling membelakangi.

Program siaran ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai keagamaan mampu memberikan kontribusi positif bagi penguatan moderasi beragama di daerah perbatasan. Dialog semacam ini diharapkan terus berlanjut untuk memperluas wawasan kebangsaan dan keagamaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....