Belajar Melepaskan Duka lewat Kisah Gotami

  • 22 Apr 2026 13:15 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Kehilangan orang tercinta sering kali menjadi beban psikologis yang berat bagi siapa pun. Kisah Kisa Gotami dapat menjadi cermin bagi masyarakat dalam memahami cara bijak menyikapi duka.

Hal itu disampaikan Penyuluh Agama Budha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan Aditya Dhammajaya dalam siaran Mimbar Agama Buddha RRI Pro 1 Tarakan, Selasa, (21/04/2026).

Ia mengkisahkan ada seorang ibu yang putus asa karena kehilangan anaknya. Bahkan, menolak kenyataan hingga memohon kepada Sang Buddha agar menghidupkan kembali buah hatinya.

"Respon Sang Buddha bukanlah penolakan, melainkan sebuah metode kognitif yang mendalam. Ibu tersebut diminta mencari biji lada dari rumah yang belum pernah tersentuh kematian. Perjalanan dari rumah ke rumah inilah yang menjadi titik balik kesadarannya. Kisa Gotami akhirnya memahami bahwa kematian bukanlah nasib sial pribadi, melainkan hukum alam yang universal," bebernya.

Melalui kisah ini, pendengar diajak untuk belajar melepas keterikatan. Bukan berarti tidak mencintai, melainkan menerima bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini memiliki sifat tidak kekal.

Ajaran ini menjadi relevan bagi masyarakat modern yang sering terjebak dalam ekspektasi bahwa hidup harus selalu berjalan sesuai keinginan. Ketika ekspektasi hancur, batin pun ikut hancur.

Langkah bijak yang ditawarkan adalah dengan melatih batin menerima kenyataan, sesulit apa pun itu.

Dengan penerimaan, duka perlahan berubah menjadi ketenangan. Kisah Kisa Gotami membuktikan bahwa dari kedalaman duka, seseorang bisa bangkit dan menemukan kebijaksanaan baru yang lebih kokoh. (Renny)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....