Allah Tak Pernah Salah Menulis Takdir Manusia

  • 09 Mar 2026 22:01 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Setiap dinamika kehidupan umat manusia menjadi takdir yang harus dijalani. Untuk itu, Ustazah Haryanti menegaskan bahwa Allah tidak pernah salah menulis skenario hidup manusia.

Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi nara sumber program Tauladan RRI Tarakan tentang manajemen hati melalui tema "Plot Twist Cinta : Ketika Allah Mengubah Luka Menjadi Hikmah", belum lama ini.

Kegiatan Ramadan ini bertujuan memberikan penguatan mental bagi masyarakat, khususnya mereka yang sedang mengalami ujian hidup.

Ia menjelaskan tidak ada takdir Allah yang sia-sia. Setiap kesulitan yang dialami manusia, termasuk luka karena cinta dan kehilangan, selalu dibarengi dengan kemudahan serta hikmah yang tersembunyi sebagaimana janji Allah dalam Surah Al-Insyirah.

"Manusia menilai dari apa yang terlihat sekarang, tapi Allah menilai dari apa yang terbaik untuk masa depan," jelasnya.

Ustazah mengajak pendengar untuk berhenti bertanya "kenapa saya?" dengan nada sinis, dan mulai melihat ujian sebagai bentuk perhatian khusus dari Allah.

Dalam kesempatan tersebut, juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (hablum minannas). Meminta maaf dan memaafkan adalah amalan yang sangat berat namun memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Bahkan, bisa menjadi pembuka pintu rezeki.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah tentang "Plot Twist" kehidupan. Terkadang manusia dipaksa kehilangan sesuatu yang dicintai hanya untuk digantikan dengan sesuatu yang lebih dibutuhkan. Meskipun pada awalnya terasa sangat menyakitkan.

"Allah tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Jika hari ini seseorang diberi ujian berupa luka hati, itu berarti Allah tahu bahwa hamba tersebut memiliki kekuatan untuk melewatinya dan naik kelas secara spiritual," jelasnya.

Untuk siapa saja yang terjebak dalam kenangan masa lalu, ia menyarankan agar memperbanyak doa agar hati dipalingkan dari hal yang tidak bermanfaat. Fokus pada masa depan dan mendekatkan diri pada majelis ilmu dianggap sebagai solusi efektif untuk pulih dari trauma.

Menutup sesi, Ustazah Haryanti memberikan semangat bagi warga Tarakan untuk tetap optimis. Setiap skenario yang dituliskan Sang Khalik adalah yang terbaik, dan luka hari ini hanyalah satu bab kecil sebelum mencapai bab kebahagiaan sesungguhnya. (Kartini/sti)

Rekomendasi Berita