Nobar Piala Dunia 2026 RRI Tarakan & Densus 88: Rajut Kebersamaan dan Nasionalisme

  • 23 Jun 2026 10:49 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Tarakan berkolaborasi dengan Densus 88 Antiteror Polri menggelar acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan ini didesain sebagai sarana memperkuat silaturahmi, toleransi, sekaligus memupuk jiwa nasionalisme di tengah masyarakat.

Acara nonton bareng yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat lintas suku dan agama tersebut mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat sepanjang pertandingan berlangsung.

Kasatgaswil Kaltara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Vanggivantozy Praduga Satria, S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa forum santai seperti nobar ini menjadi corong komunikasi yang sangat efektif. Melalui momentum ini, masyarakat Kalimantan Utara diharapkan bisa terus menjaga kerukunan.

"Mengadakan acara nobar bersama artinya kita berharap masyarakat ini tetap bersatu. Saling bertemu di sini, ngopi bersama... Tujuannya adalah kebersamaan dan toleransi," ujar Vanggivantozy.

Sebagai pejabat baru di Kaltara, Vanggivantozy juga memanfaatkan momen ini untuk lebih dekat dengan warga setempat. "Silaturahmi bersama masyarakat, saya juga kan baru di Kaltara, belum sampai setahun. Saya rasa saya pengen tahu juga gimana sih warga-warga Tarakan ya kalau nonton bola," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala LPP RRI Tarakan, Haris Munandar, S.H., berharap euforia Pesta Piala Dunia tidak sekadar membawa kegembiraan bagi pencinta sepak bola. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu memantik semangat nasionalisme yang kuat.

Haris menggantungkan harapan besar agar atmosfer Piala Dunia tahun ini memicu motivasi agar Tim Nasional Indonesia bisa menembus panggung dunia di masa depan. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun hari ini harus berdampak jangka panjang bagi rasa cinta tanah air.

"Harapannya dengan adanya Pesta Piala Dunia di tahun 2026 ini, kita berharap nanti di 2030 yang akan datang Indonesia juga dapat berpartisipasi... Jadi jiwa nasionalisme betul-betul tumbuh di warga Indonesia khususnya Tarakan. Jadi kita gak usah lagi dukung-dukung negara lain, kita dukung negara sendiri," tegas Haris.

Kolaborasi antara lembaga penyiaran publik dan aparat penegak hukum ini menjadi bukti nyata bahwa ruang komunikasi yang santai mampu menjaga stabilitas, keamanan, dan kedamaian di Kalimantan Utara agar tetap kondusif. (setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....