Dishub Tarakan Kaji Pemasangan Lampu Lalu Lintas Simpang Kampung Bugis
- 29 Sep 2026 15:28 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Penumpukan kendaraan yang sering terjadi di pertigaan jalan masuk Kampung Bugis memicu sorotan publik. Supardi, warga Pantai Amal, menyampaikan aspirasinya dalam program Halo RRI Programa 1 RRI Tarakan.
Hal ini ditanggapi Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Mohdi, yang terus berupaya mencari solusi konkret guna mengurai kemacetan parah di kawasan Jalan Selamat Riyadi, khususnya di persimpangan Kampung Bugis yang selalu padat pada jam-jam sibuk.
Mohdi menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan serta kemunculan para pedagang di bahu jalan menjadi pemicu utama terhambatnya arus lalu lintas di kawasan tersebut. Saat ini, instansi terkait tengah mengumpulkan data melalui survei untuk merumuskan kebijakan penataan yang lebih komprehensif.
"Terkait Jalan Sametriadi pertigaan Kampung Bukis itu memang permasalahannya ada munculnya pedagang yang itu salah satunya menimbulkan kemacetan juga." Selain itu, ia juga menyoroti persoalan angkutan barang berat atau truk peti kemas yang kerap melintas di luar ketentuan jam operasional yang telah disosialisasikan sebelumnya kepada pihak pengelola pelabuhan.
Lebih lanjut, Mohdi mengakui bahwa penertiban yang dilakukan tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya penguatan regulasi berupa kesepakatan bersama yang melibatkan aparat kepolisian. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral terus digalakkan agar penegakan aturan terhadap kendaraan besar maupun penertiban pedagang kaki lima dapat terlaksana secara efektif.
"Kita mencari data dulu dan selanjutnya ini berkelanjutan karena dari pihak kepolisian juga menilik kami juga menyajikan dan tentunya koordinasi dengan kepolisian," ujar Mohdii dalam program Halo RRI.
Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, wacana pemasangan alat pemberi isyarat lalu lintas atau lampu merah di titik rawan tersebut kini sedang didorong. Namun, langkah ini masih harus melalui kajian matang agar tidak menimbulkan penumpukan baru di ruas jalan sekitarnya. Pemerintah daerah berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat serta para pelaku usaha untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada demi keselamatan bersama di jalan raya.
Dishub juga mengingatkan para pelaku usaha agar mematuhi aturan jam bongkar muat barang agar tidak dilakukan pada saat jam-jam padat aktivitas masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan ini dinilai sangat krusial agar kapasitas jalan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pengguna kendaraan. Kesadaran kolektif dari masyarakat dan para pengemudi truk menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus transportasi di Kota Tarakan.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan warga, penataan kawasan Kampung Bugis diharapkan segera membuahkan hasil yang optimal. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendengar aspirasi publik serta mengambil langkah-langkah strategis demi mewujudkan ketertiban umum di fasilitas-fasilitas publik. Upaya perbaikan ini merupakan wujud nyata kehadiran pelayanan pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan infrastruktur dan transportasi kota.
Dinas Perhubungan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dengan cara melaporkan atau menyampaikan masukan secara bijak melalui saluran resmi yang telah disediakan. Dengan komunikasi yang terjalin baik antara warga dan instansi berwenang, setiap hambatan di lapangan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat sasaran. Mari bersama-sama kita wujudkan lalu lintas Kota Tarakan yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....