Pemkab Tana Tidung dan UINSI Samarinda Bahas Pendirian IAIN

  • 15 Sep 2026 12:16 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tana Tidung - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) bersama Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tana Tidung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat proses pendirian perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Kabupaten Tana Tidung.

Saat membuka FGD, Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, Senin, 14 September 2026, menyampaikan, Pemkab Tana Tidung mendukung terhadap rencana pendirian IAIN. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi keagamaan di daerah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Tana Tidung.

“Pemerintah Kabupaten Tana Tidung memberikan dukungan penuh terhadap upaya pendirian IAIN Tana Tidung. Kita berharap niat baik ini dapat segera terealisasi sehingga nantinya mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Tana Tidung,” ujarnya.

Sementara Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, bersama Tim Tujuh UINSI Samarinda melakukan evaluasi terhadap persyaratan pendirian perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Ia menjelaskan, salah satu aspek penting dalam penyusunan dokumen pendirian IAIN Tana Tidung yaitu pemenuhan struktur akademik, termasuk rencana pembukaan fakultas dan program studi serta ketersediaan SDM.

“Tahap ini kita melakukan evaluasi terhadap berbagai persyaratan minimum, termasuk kebutuhan empat fakultas dan program studi, yaitu Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta Hukum Syariah. Selanjutnya penetapan dosen yang sudah diproses oleh tim, sehingga mudahan dapat mempercepat persyaratan,” jelasnya.

Menurutnya, seluruh persyaratan perlu disiapkan secara matang, agar proses pendirian IAIN Tana Tidung memiliki dasar akademik dan administratif yang kuat. UINSI Samarinda juga mendorong agar IAIN Tana Tidung nantinya memiliki visi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik daerah.

Berdasarkan roadmap yang disusun, pembangunan IAIN Tana Tidung berlangsung pada periode 2026–2030, dengan fokus pada tahap pendirian sekaligus penguatan kepercayaan masyarakat. Pada periode tersebut ditargetkan IAIN Tana Tidung mampu memiliki sekitar 1.200 mahasiswa.

Wakil Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Nasir, memaparkan gambaran mengenai studi kelayakan serta berbagai persyaratan dan kelengkapan yang perlu dipenuhi dalam proses pendirian perguruan tinggi. Tim ahli penyusunan dokumen pendirian terbagi dalam lima kelompok kerja.

Masing-masing tim memiliki fokus penyusunan yang meliputi rencana strategis, kurikulum, survei kelayakan program studi, serta administrasi dan kelengkapan dokumen pendukung lainnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung, H. Hamzah mengungkapkan bahwa Kementerian Agama siap mendukung proses pendirian IAIN Tana Tidung sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan bagi masyarakat.

“Kami dari Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung siap mendukung dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung serta UINSI Samarinda. Kita berharap seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik, sehingga cita-cita mendirikan IAIN di Kabupaten Tana Tidung dapat segera terwujud,” ucapnya.

Proses pendirian IAIN Tana Tidung akan melalui sejumlah tahapan dan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Salah satunya sounding kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) hingga proses pengajuan dan penerbitan Peraturan Presiden sebagai dasar pendirian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....