Filosofi Minangkabau Jadi Energi Kebersamaan Membangun Bulungan
- 12 Sep 2026 17:08 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID. Tanjung Selor – Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kabupaten Bulungan menegaskan komitmennya menjadi bagian dari kekuatan sosial dalam pembangunan daerah.
Momentum HUT ke-3 IKM Kabupaten Bulungan tahun 2026 menjadi ruang memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, sekaligus meneguhkan semangat membangun Bulungan secara bersama-sama.
Perayaan yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Jalan Rambutan, Tanjung Selor, Sabtu (12/9/2026), turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Bulungan.
Pemkab menilai keberadaan masyarakat Minangkabau merupakan bagian penting dari mozaik keberagaman yang harus dirawat sebagai kekuatan, bukan sekadar perbedaan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bulungan yang tidak dapat hadir karena sedang mengikuti kegiatan retreat atau pembekalan kepala daerah. Bupati juga menitipkan salam hangat kepada seluruh pengurus dan keluarga besar IKM serta seluruh tamu undangan yang hadir,” ujar Risdianto.
Menurutnya, Pemkab Bulungan memberikan apresiasi terhadap kontribusi warga Minangkabau yang selama ini hidup dan berkembang bersama masyarakat lainnya.
Keberagaman, kata dia, harus diarahkan menjadi energi untuk menjaga stabilitas sosial dan menciptakan kehidupan yang harmonis.
“Kita memiliki Tugu Cinta Damai sebagai pengingat bahwa kedamaian itu menjadi sesuatu yang mutlak dan penting untuk kita lakukan bersama,” tegasnya.
Risdianto juga menilai filosofi Minangkabau memiliki relevansi kuat dengan kehidupan masyarakat Bulungan.
Nilai “Di Mana Bumi Dipijak, Di Situ Langit Dijunjung” serta “Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi” dinilai mencerminkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan dan menempatkan seluruh elemen masyarakat dalam semangat kesetaraan.
“Pemerintah daerah tidak mungkin mampu melakukan pembangunan sendiri. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bulungan menerapkan konsep pentahelix, di mana melibatkan masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan teman-teman media untuk bersinergi bersama melaksanakan langkah-langkah percepatan pembangunan di Kabupaten Bulungan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Seluruh elemen masyarakat memiliki peran strategis untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ini tidak mungkin kita bisa lakukan kalau kita tidak bisa membangun sinergi, bergotong royong, kebersamaan,” jelas Risdianto.
Ia menyebut kuatnya kolaborasi antarelemen turut menopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan yang mencapai 10,62 persen, sekaligus menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Kalimantan.
Capaian tersebut, menurutnya, harus dijaga melalui kerja bersama yang konsisten.
“Semangat kebersamaan inilah yang harus terus kita rawat. Filosofi Minangkabau sangat selaras dengan semangat membangun untuk semua, karena Bulungan tidak dibangun oleh satu kelompok, melainkan oleh seluruh masyarakat yang hidup dan berkontribusi di dalamnya,” pungkasnya. (rln/*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....