Kaltara Bawa Pulang Empat Penghargaan dari MTQ VIII KORPRI Nasional 2026

  • 30 Agt 2026 20:01 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) menutup perjuangannya di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 dengan torehan empat penghargaan.

Prestasi tersebut menjadi bukti kafilah Kaltara mampu bersaing dan mengukir nama daerah di panggung nasional.

Empat penghargaan itu diraih melalui sejumlah cabang.

Eneng Sangiang Puspasari merebut Juara III Kaligrafi Kontemporer Putri. Jusman, S.Pd., meraih Juara Harapan II Kaligrafi Dekorasi Putra, Amrin Bin Haji Baso, S.Pd., menyabet Juara Harapan II Kaligrafi Kontemporer Putra, sedangkan Mega Novita, S.Pd., meraih Juara Harapan III Tilawah Putri.

MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 resmi ditutup Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, di Alun-Alun Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (29/8/2026).

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah MTQ KORPRI Kaltara atas prestasi yang berhasil diraih. Capaian ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, semangat, dan dedikasi seluruh peserta, pelatih, pembina, serta pendamping,” tegas Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang.

Zainal menegaskan, empat penghargaan tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai pencapaian di atas kertas.

Menurutnya, prestasi itu harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya di lingkungan aparatur pemerintah.

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan, serta mendorong ASN Kalimantan Utara untuk terus berprestasi dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” pesannya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, menilai capaian tersebut merupakan hasil positif dari proses pembinaan dan persiapan yang telah dijalankan sebelum menghadapi kompetisi tingkat nasional.

“Prestasi ini patut kita syukuri dan apresiasi. Semoga capaian para kafilah dapat menjadi motivasi bagi Aparatur Sipil Negara Kaltara untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan pengabdian terbaik,” ujar Denny.

Denny menekankan bahwa semangat berkompetisi yang ditunjukkan para kafilah harus dibawa pulang dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN.

Baginya, nilai yang dibangun dalam MTQ harus mampu mendorong aparatur bekerja lebih disiplin, berintegritas dan bertanggung jawab.

“Jangan sampai semangat dan nilai yang dibangun selama MTQ hanya berhenti di arena perlombaan. Semangat itu harus tercermin dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Dr. Andi Amriampa, juga memberikan penghargaan kepada seluruh kafilah, pelatih, official dan pendamping yang telah menjalankan seluruh rangkaian MTQ VIII KORPRI Nasional 2026.

“Terima kasih kepada seluruh peserta, pelatih, official, dan pendamping yang telah memberikan yang terbaik. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kembali meraih prestasi pada kesempatan berikutnya,” kata Andi Amriampa.

Ia menegaskan, keikutsertaan Kaltara tidak semata-mata mengejar peringkat. MTQ KORPRI juga menjadi momentum memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus membangun ukhuwah Islamiyah di kalangan anggota KORPRI.

“MTQ KORPRI harus menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat ukhuwah. Prestasi penting, tetapi nilai yang dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan jauh lebih penting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. Iskandar Alwi, yang hadir mewakili Gubernur pada malam penutupan, menilai perjuangan para kafilah layak mendapat apresiasi.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kaltara. Para kafilah telah memberikan kemampuan terbaik dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” ujar Iskandar.

Ia mengingatkan agar MTQ tidak dipersempit sebagai kompetisi membaca atau menulis Al-Qur’an. Lebih dari itu, ajang tersebut harus menjadi sarana membangun karakter dan memperkuat moral aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Nilai-nilai Al-Qur’an hendaknya tidak berhenti pada perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dengan empat penghargaan yang berhasil dibawa pulang, Kaltara menegaskan keberadaannya di tengah persaingan MTQ KORPRI tingkat nasional.

Pemprov Kaltara berharap capaian tersebut tidak menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk memperkuat pembinaan, meningkatkan kualitas kafilah, serta melahirkan ASN yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (rln/*)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....