Dinas Kesehatan Tarakan Pantau Dampak Kabut Asap

  • 21 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Fenomena kabut asap yang menyelimuti wilayah Tarakan dan sekitarnya menjadi perhatian serius berbagai pihak. Buruknya kualitas udara akibat paparan polusi asap berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama masalah pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes., menyampaikan, dampak polusi udara terhadap tubuh manusia sangat tergantung pada tingkat penurunan kualitas udara itu sendiri. Hal ini diungkapkannya melalu sambungan telepon di acara Halo RRI, Jumat (21/8/26).

"Kalau kualitas udaranya buruk, pasti sangat mempengaruhi dan mengganggu pernapasan kita. Kabut asap juga mengganggu jarak pandang serta berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," ujar dr. Devi Ika Indriarti.

Meski demikian, berdasarkan data pantauan Dinas Kesehatan Tarakan pada minggu ke-30 dan ke-31 tahun 2026, tren penderita ISPA yang mendatangi fasilitas kesehatan justru mengalami penurunan. Jumlah kasus tercatat turun dari kisaran 500-an kasus menjadi sekitar 270-an kasus.

Menanggapi hal tersebut, dr. Devi mengingatkan bahwa penurunan angka kunjungan ke faskes bukan berarti ancaman kesehatan telah hilang sepenuhnya. Ada kemungkinan warga yang mengalami gejala ringan memilih untuk berobat mandiri di rumah tanpa berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak. Situasi asap seperti ini tetap berisiko mengganggu kesehatan pernapasan," imbau dr. Devi kepada warga Tarakan.

Dinas Kesehatan Kota Tarakan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memantau perkembangan kualitas udara terkini. Pemantauan berkala akan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi timbulnya kejadian luar biasa (KLB) penyakit di masyarakat.

Selengkapnya dapat Anda saksikan di https://www.youtube.com/watch?v=sgvKpOdOzKg

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....