FK UBT dan FKIK ULM Edukasi Kesehatan Remaja di SMPN 10 Tarakan

  • 03 Agt 2026 11:41 WIB
  •  Tarakan
Poin Utama
  • Kolaborasi FK Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan FKIK Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memperkuat implementasi kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi
  • Kegiatan ini diikuti oleh 116 siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan dengan fokus pada penyuluhan pencegahan anemia, edukasi kesehatan reproduksi, serta pemeriksaan antropometri (pengukuran status gizi)
  • Edukasi kesehatan reproduksi dinilai krusial untuk meluruskan pemahaman remaja di era digital, mencegah perilaku seksual berisiko, pernikahan dini, kehamilan yang belum siap, serta menekan risiko stunting pada generasi mendatang

RRI.CO.ID, Tarakan – Fakultas Kedokteran Universitas Borneo Tarakan (FK UBT) bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang diisi dengan edukasi pencegahan anemia, kesehatan reproduksi, serta pemeriksaan antropometri ini digelar di SMP Negeri 10 Tarakan pada Sabtu (1/8/2026).

Sebanyak 116 siswa kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan fisik, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar lengan atas, hingga lingkar perut dan panggul guna memantau status gizi serta tumbuh kembang mereka.

Koordinator Program Studi Sarjana Kedokteran FK UBT, Dr. dr. Tri Astuti Sugiyatmi, M.P.H., menegaskan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi sejak dini di tengah pesatnya keterbukaan informasi digital. Menurutnya, pemahaman yang keliru akibat tabu sosial justru berisiko memicu perilaku seksual berbahaya, pernikahan dini, hingga stunting pada anak.

"Kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko, pernikahan usia dini, hingga kehamilan pada usia yang belum siap. Kondisi tersebut berpotensi melahirkan bayi dengan risiko stunting. Melalui pendidikan kesehatan, kita berharap dapat memutus mata rantai permasalahan tersebut," ujar dr. Tri Astuti dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Kedokteran Program Sarjana FKIK ULM, Dr. dr. Ida Yuliana, M.Biomed., menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merujuk pada kerja sama kedua kampus sejak 2025. Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-17 mengenai kemitraan global.

Kepala SMP Negeri 10 Tarakan, Ibrahim, S.Sos., M.Pd., mengapresiasi kehadiran akademisi dari UBT dan ULM. Pihaknya berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna meningkatkan literasi kesehatan peserta didik di lingkungan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....