Nasab, Nasib, dan Nisab Saling Berkaitan dalam Kehidupan Manusia

  • 21 Jul 2026 10:07 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Dalam acara Religi Pagi Islam di RRI Tarakan, Selasa, 21 Juli 2026, Ust. Andi Abdan Hafez menyampaikan bahwa nasab, nasib, dan nisab merupakan tiga hal yang saling berkaitan dalam kehidupan manusia. Ketiganya memiliki makna yang berbeda, namun sama-sama memberikan pelajaran penting tentang identitas, ketentuan hidup, dan tanggung jawab sosial seorang Muslim.

Menurutnya, nasab adalah garis keturunan atau silsilah keluarga yang menunjukkan asal-usul seseorang. Dalam Islam, menjaga nasab memiliki kedudukan penting karena berkaitan dengan identitas, hak, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, nasib merupakan ketentuan atau perjalanan hidup yang dialami setiap manusia atas izin Allah SWT. Meski manusia tidak dapat memilih nasib yang telah ditetapkan, setiap orang diperintahkan untuk terus berikhtiar, berdoa, dan bertawakal agar memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Adapun nisab adalah batas minimal harta yang dimiliki seseorang sehingga telah memenuhi syarat wajib mengeluarkan zakat. Nisab menjadi salah satu ketentuan syariat yang menunjukkan bahwa harta yang dimiliki juga mengandung hak orang lain yang harus ditunaikan.

Ust. Andi Abdan Hafez menjelaskan bahwa ketiga istilah tersebut saling berkaitan. Seseorang lahir dengan nasab yang telah ditetapkan Allah SWT, kemudian menjalani nasib melalui berbagai ujian dan nikmat kehidupan.

“Ketika Allah memberikan rezeki hingga mencapai nisab, maka lahirlah kewajiban untuk menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Nasab tidak bisa dipilih, nasib harus dijalani dengan ikhtiar dan tawakal, sedangkan nisab menjadi ukuran kapan seseorang berkewajiban mengeluarkan zakat," jelasnya.

Melalui tausiah tersebut, Ust. Andi Abdan Hafez mengajak umat Islam untuk mensyukuri asal-usul keluarga, menerima setiap ketentuan Allah dengan penuh kesabaran, serta menunaikan kewajiban zakat apabila hartanya telah mencapai nisab. Dengan demikian, kehidupan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....