672 Lowongan Dibuka, DPRD Soroti Kualitas Tenaga Kerja

  • 09 Jun 2026 15:31 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Pelaksanaan Bulungan Job Fair 2026 yang menghadirkan 23 perusahaan dengan total 672 lowongan pekerjaan mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan.

Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah konkret untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang di tengah meningkatnya investasi di daerah.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Dwi Sugiarto, mengatakan Job Fair tidak hanya penting sebagai sarana rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga menjadi momentum untuk memetakan kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, keberadaan ratusan lowongan yang dibuka perusahaan menunjukkan bahwa peluang kerja di Bulungan dan Kaltara masih cukup besar.

Namun peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar dapat terserap secara maksimal.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan Bulungan Job Fair 2026 karena menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana tenaga kerja lokal mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan industri sehingga peluang yang tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Bulungan," kata Dwi Sugiarto.

Ia menilai perkembangan investasi yang terjadi di Kalimantan Utara harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

"Jangan sampai investasi terus tumbuh, perusahaan terus berkembang, tetapi masyarakat lokal hanya menjadi penonton. SDM kita harus dipersiapkan agar mampu bersaing dan menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung," tegasnya.

Dwi menyebut DPRD Bulungan mendukung berbagai program pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, termasuk pelatihan vokasi, pengembangan keterampilan, hingga penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan saat ini bukan hanya soal membuka lapangan kerja baru, melainkan memastikan adanya kesesuaian antara kebutuhan industri dengan kemampuan tenaga kerja yang tersedia.

"Persoalan yang sering muncul adalah adanya lowongan kerja, tetapi kualifikasi yang dibutuhkan belum sepenuhnya dimiliki pencari kerja. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor usaha untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran perusahaan-perusahaan dalam Job Fair yang dinilai menunjukkan komitmen sektor swasta dalam mendukung pembangunan daerah dan pengurangan angka pengangguran.

Lebih lanjut, Dwi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak perusahaan, termasuk sektor industri strategis yang saat ini berkembang di Kaltara.

"Kegiatan seperti ini harus terus diperkuat. Semakin banyak perusahaan yang terlibat, semakin besar peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan tenaga kerja lokal memiliki kemampuan dan daya saing sehingga dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri," pungkasnya. (rln)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....