Lansia Bulungan Buktikan Usia Bukan Penghalang Berkarya Lewat Lomba
- 07 Jun 2026 12:00 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Semangat dan kepercayaan diri para lanjut usia di Kabupaten Bulungan menjadi sorotan dalam Lomba Budaya Kebaya Nasional yang digelar di Pura Agung Jagat Benuanta Bulungan, Sabtu (6/6/2026).
Puluhan peserta berusia 60 tahun ke atas dari Sekolah Lansia Berlian tampil anggun mengenakan kebaya, sekaligus membuktikan bahwa usia senja bukan alasan untuk berhenti berkarya, beraktivitas, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bulungan bekerja sama dengan Faqih Hasan Center tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30.
Mengangkat tema “Sekolah Lansia Sehat dan Sejahtera, Bergembira dan Berdaya” dengan subtema “Seusia Senja Bergaya”, kegiatan ini tidak sekadar lomba budaya, tetapi juga menjadi simbol pemberdayaan lansia yang tetap aktif dan produktif.
Ketua Panitia, drg. Ida Bagus Komang Sidharahardja, MPH mengatakan lomba tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran Sekolah Lansia Berlian yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendekatan edukatif, sosial, dan budaya.
“Melalui kegiatan ini para lansia didorong untuk tetap aktif, menjaga kesehatan, mempererat kebersamaan, sekaligus ikut melestarikan budaya bangsa. Kami ingin menunjukkan bahwa masa tua tetap bisa dijalani dengan penuh semangat dan kebahagiaan,” ujarnya.
Dukungan terhadap pemberdayaan lansia juga datang dari Faqih Hasan Center.
Ketua Faqih Hasan Center, Hasanuddin, SE menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung program Pemerintah Kabupaten Bulungan, khususnya program super prioritas SIAP Pro Lansia dan Disabilitas.
Menurutnya, perhatian terhadap lansia tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan mereka sehari-hari.
“Sebelumnya kami telah menjalankan program Kayan Tradisian atau Kayan Transportasi Ramah Disabilitas dan Lansia yang memberikan kemudahan dan keringanan biaya transportasi bagi lansia. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, dan memiliki ruang untuk beraktivitas di tengah masyarakat,” kata Hasanuddin.
Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang konsisten menghadirkan program dan ruang aktivitas bagi para lanjut usia.
Ia menegaskan bahwa lansia harus ditempatkan sebagai aset pembangunan yang masih memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi daerah.
“Lansia bukan kelompok yang harus dipandang lemah atau tidak produktif. Mereka adalah pribadi-pribadi yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan kearifan yang sangat berharga bagi pembangunan Kabupaten Bulungan,” tegas Syarwani.
Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki para senior merupakan modal sosial yang tidak tergantikan.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai program yang mampu menjaga kualitas hidup lansia sekaligus membuka ruang partisipasi mereka dalam kehidupan sosial.
“Orang tua kita adalah sumber inspirasi. Mereka telah melewati berbagai fase kehidupan dan memiliki banyak pelajaran yang bisa diwariskan kepada generasi muda. Pemerintah akan terus membuka ruang bagi para lansia untuk menyampaikan gagasan dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tambahnya.
Melalui lomba kebaya tersebut, para peserta tidak hanya menampilkan keindahan busana tradisional, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa usia senja tetap dapat dijalani dengan penuh semangat, percaya diri, dan produktif.
"Ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa lansia Bulungan masih mampu tampil di ruang publik, menjaga budaya, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas," pungkasnya. (rln/sti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....