Sekolah Rakyat Tarakan Buka Pintu Bagi Disabilitas, Gandeng Sentra Handayani JKT

  • 01 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 59 Tarakan menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan inklusif yang terbuka bagi anak penyandang disabilitas dari keluarga prasejahtera. Kebijakan ini diambil untuk memastikan seluruh anak di segmen Desil 1 dan Desil 2 mendapatkan hak pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.

Kepala Sekolah Rakyat Tarakan, Marisa Aulia, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sudah mulai membina anak dengan kebutuhan khusus.

"Kami memiliki dua orang anak disabilitas saat ini, salah satunya memiliki keterbatasan dalam artikulasi atau mengucapkan kata-kata," ujarnya saat berdialog di PR 1 RRI Tarakan, Selasa (26/5/2026).

Marisa menjelaskan bahwa SR Tarakan tidak akan menolak anak disabilitas selama memenuhi syarat indikator kemiskinan yang ditetapkan Kementerian Sosial. Pihak sekolah berprinsip bahwa amanah pendidikan nasional harus memfasilitasi setiap warga negara dalam kondisi apa pun.

Menariknya, SR Tarakan memiliki jalur penanganan khusus berkat jaringan luas di bawah naungan Kementerian Sosial. Jika ditemukan kasus spesial yang membutuhkan penanganan mental atau medis yang berat, siswa akan dirujuk secara intensif ke lembaga pusat.

"Ketika mengalami kesulitan terkait mental siswa, kami dibantu langsung dan merujuknya ke Sentra Handayani di Jakarta. Setelah anak tersebut ditangani dan dinyatakan sembuh, baru kami bawa kembali ke Tarakan untuk bersekolah," pungkas Marisa. (Setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....