Puasa Ramadhan: Melatih Integritas dan Empati Sosial Umat

  • 12 Mar 2026 08:10 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Di tengah kemajuan era modern, tantangan umat Islam dalam menjalankan ibadah sering kali bersinggungan dengan masalah integritas. Ustaz Haji Darwis mengungkapkan bahwa Ramadhan hadir sebagai solusi untuk memperbaiki kualitas moral tersebut.

Menurutnya, puasa adalah ujian kejujuran yang paling murni. Seseorang bisa saja berpura-pura lemas di depan publik, namun tetap teguh menahan diri di ruang tertutup karena merasa selalu diawasi oleh Sang Pencipta.

Konsep inilah yang disebut sebagai esensi Ihsan. Jika kejujuran batin ini berhasil dirawat selama sebulan penuh, maka akan tercipta energi sosial yang dahsyat, di mana individu menjadi lebih amanah dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Selain integritas, Ramadhan juga mengajarkan tentang kepedulian. Ustaz Darwis menekankan bahwa puasa adalah latihan teologis untuk membumikan nilai-nilai kemanusiaan melalui tindakan nyata seperti bersedekah.

"Mengutip ayat Al-Qur'an yang memperingatkan tentang pendusta agama, yakni mereka yang rajin beribadah namun abai terhadap penderitaan anak yatim dan fakir miskin. Hal ini menunjukkan bahwa kesalehan harus berdampak sosial." Jelas Ustaz H. Darwis Dalam Dialog Ramadhan di Programa 1 RRI Tarakan yang dipandu Penyiar Diti Angraini.

Dalam dialog tersebut, Ustaz Darwis juga menanggapi pertanyaan warga mengenai kewajiban puasa bagi orang sehat. Beliau menegaskan bahwa meninggalkan puasa dengan sengaja tanpa uzur hukumnya adalah haram karena puasa adalah perintah wajib.

Menutup perbincangan, ditegaskan bahwa bekal takwa yang dikumpulkan selama Ramadhan harus menjadi landasan hidup. Tujuannya agar manusia bisa mencapai akhir hayat yang baik atau husnul khatimah melalui konsistensi dalam beribadah.

Rekomendasi Berita