Adab Salat Berjamaah: Kunci Ibadah Nyaman Anak Muda
- 25 Feb 2026 08:08 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Bagi anak muda di Tarakan, Ramadan bukan sekadar menahan lapar, melainkan momen kembali meramaikan masjid dengan semangat baru. Namun, seringkali kita terjebak pada ambisi mengejar pahala tanpa memperhatikan etika atau adab saat melaksanakan salat berjamaah bersama jemaah lainnya.
Ustaz Arman Aryadi dalam program Tauladan di Programa 2 RRI Tarakan mengingatkan bahwa inti dari salat berjamaah adalah sinergitas antara imam dan makmum. Adab bukan hanya soal gerakan, tapi tentang bagaimana kita saling menghargai agar suasana ibadah di masjid-masjid Tarakan tetap kondusif dan terasa sejuk bagi siapa saja.
Salah satu poin penting bagi milenial adalah jangan sungkan mengisi saf terdepan jika masih ada ruang yang kosong. Ustaz Arman menjelaskan bahwa dalam urusan ibadah, mendahului orang lain untuk kebaikan justru lebih utama daripada sekadar merasa tidak enak atau "sungkan" kepada orang tua.

Fenomena "balap lari" di masjid saat terlambat atau masbuk juga menjadi sorotan karena sering mengganggu kekhusyukan jemaah lain. Kita diajak untuk tetap tenang dan berjalan dengan penuh wibawa saat memasuki masjid, karena ketenangan hati jauh lebih penting daripada sekadar mengejar rakaat dengan napas tersengal-sengal.
Selain itu, pemilihan pakaian saat ke masjid juga harus diperhatikan agar tidak membuat jemaah di belakang "gagal fokus". Menggunakan kaos dengan tulisan mencolok atau pakaian yang terlalu ketat berisiko mengganggu konsentrasi orang lain, sehingga disarankan memakai pakaian yang sopan, rapi, dan bersih.
Bagi para imam muda, diingatkan pula untuk tidak terlalu memanjangkan bacaan salat, mengingat kondisi makmum yang beragam di belakang mereka. Salat yang ringan namun tetap sempurna rukunnya adalah sunnah yang diajarkan Nabi agar jemaah tidak merasa terbebani atau justru kapok untuk berjamaah.
Dengan memahami adab-adab sederhana ini, diharapkan anak muda Tarakan bisa menjadi pelopor kenyamanan beribadah di lingkungan masing-masing. Mari jadikan Ramadan kali ini sebagai momentum memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Tuhan sekaligus menjaga keharmonisan dengan sesama jemaah di dalam saf salat. (ADR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....