Memaknai Niat dan Akad di Bulan Suci Ramadan
- 19 Feb 2026 08:50 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Memasuki bulan suci Ramadan 2026, Ustadz Andi Abdan Hafez menekankan pentingnya menjaga kesucian niat dan ketegasan akad. Hal itu diungkapkan dalam tausiahnya di RRI Pro 1 Tarakan.
Ia menjelaskan bahwa niat adalah fondasi utama hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Tanpa niat yang tulus karena Allah, segala amal ibadah di bulan puasa dikhawatirkan hanya menjadi rutinitas fisik tanpa makna spiritual yang mendalam.
Menurutnya niat bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk komitmen hablum minallah.
"Para ulama terdahulu bahkan sudah memupuk niat ini jauh sebelum Ramadan tiba, yakni sejak bulan Rajab dan Syaban. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan mental dan hati merupakan kunci utama dalam meraih keberkahan yang maksimal di bulan penuh ampunan ini." Jelasnya.
Selain niat, aspek "Akad" juga menjadi sorotan penting dalam ceramah tersebut. Jika niat mengatur hubungan dengan Tuhan, maka akad mengatur hubungan antar sesama manusia atau hablum minannas.
Menurut Andi Abdan Hafez, segala bentuk interaksi sosial, mulai dari jual beli hingga pernikahan, harus didasari oleh perjanjian yang jelas dan jujur agar berkah.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa tujuan akhir dari penjagaan niat dan akad ini adalah tercapainya derajat takwa. Takwa diartikan sebagai rasa "takut" yang positif—takut akan melanggar larangan Allah karena telah mengetahui ilmu dan konsekuensinya. Semakin seseorang berilmu, maka seharusnya ia semakin takut untuk berbuat maksiat atau menzalimi orang lain.
Ramadan juga disebut sebagai momentum untuk mematikan egoisme pribadi. Melalui ibadah puasa, umat diajarkan untuk mengatur segala aspek kehidupan, mulai dari pola makan, cara berbicara, hingga cara bersosialisasi. Puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan sekolah disiplin untuk membentuk karakter hamba yang tunduk dan patuh pada aturan-Nya.
Menutup tausiahnya, Andi Abdan mengajak pendengar untuk memperbanyak istighfar, terutama di waktu sahur. Waktu tersebut dinilai sangat mustajab bagi seorang hamba untuk memohon ampunan atas segala khilaf. Kesadaran akan dosa merupakan langkah awal untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik setelah keluar dari madrasah Ramadan.
Harapannya, melalui konsistensi dalam menjaga niat dan akad, umat Muslim dapat meraih fitrahnya kembali saat Idulfitri nanti. Menjadi manusia yang suci kembali layaknya bayi yang baru lahir adalah target utama yang harus diupayakan dengan penuh kesungguhan selama sebulan penuh ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....