Dahulukan yang Hidup Sebelum Ziarah Ramadan
- 10 Feb 2026 18:58 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Ada pemandangan menarik menjelang Ramadan, dimana tempat pemakaman umum mulai ramai diziarahi. Namun, Ustadz H. Khairun Umam memberikan catatan penting dalam dialog Religi Pagi di RRI Tarakan agar umat tidak terjebak pada ritual semata.
"Seringkali kita sibuk mengurus yang sudah wafat dengan arwahan dan ziarah, namun justru mengabaikan orang tua yang masih hidup," ungkap Ustadz Umam. Pesan ini menjadi pengingat bagi pendengar untuk mendahulukan bakti kepada orang tua yang masih ada di sisi mereka.
Menurutnya, tradisi menyambut Ramadan di Indonesia, seperti bersih-bersih rumah dan saling berkunjung, adalah budaya yang baik. Hal tersebut menciptakan suasana "ngangenin" yang mempererat ikatan kekeluargaan dan sosial di tengah masyarakat.
Ustadz Umam juga menyinggung fenomena sosial di bulan Ramadan, seperti meningkatnya permintaan pasar. Ia menyebutkan bahwa para pedagang, bahkan yang non-muslim sekalipun, turut merasakan kegembiraan dan berkah ekonomi dari datangnya bulan suci ini.
Di sisi lain, ia menyoroti peran ibu rumah tangga yang luar biasa dalam mempersiapkan sahur dan berbuka. Memberi makan keluarga saat Ramadan bukan hanya tugas domestik, melainkan ibadah yang dijanjikan pahala berlipat ganda oleh Allah SWT.
Terkait etos kerja, ia mengingatkan agar puasa tidak dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Namun, ia juga berpesan agar tidak berlebihan dalam beribadah hingga mengabaikan kesehatan, seperti memaksakan diri membaca Al-Qur'an tanpa henti yang justru bisa memicu sakit.
Dialog ini diakhiri dengan harapan agar Ramadan 2026 menjadi momentum perdamaian. Dengan saling memaafkan sebelum hari pertama puasa, diharapkan masyarakat dapat menjalani bulan suci dalam suasana yang tenang, harmonis, dan penuh keberkahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....