Doa Malaikat Jibril yang Diaminkan Rasulullah
- 07 Mar 2026 11:43 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim diingatkan untuk tidak menjadi golongan orang yang "bangkrut" atau merugi. Hal ini menjadi inti sari dalam Dialog Ramadan yang menghadirkan narasumber Drs. H. Sutiyono melalui kanal Dialog Ramadan, Selasa (3/3/2026).
Dalam tausiyahnya, Drs. H. Sutiyono mengupas sebuah hadis penting mengenai doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah SAW. Doa tersebut merupakan peringatan keras bagi umat Muslim agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan penuh magfirah ini.
Poin utama yang ditekankan adalah doa Malaikat Jibril yang menyebutkan celaka bagi seseorang yang berkesempatan hidup di bulan Ramadan, namun hingga bulan berakhir ia tidak kunjung mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
"Sangat wajar jika seseorang masuk neraka jika di bulan Ramadan saja ia tidak mendapatkan ampunan. Mengapa? Karena di bulan ini pintu maaf dibuka seluas-luasnya, namun ia justru tetap bermaksiat atau meninggalkan kewajiban seperti salat fardu," ujar Sutiyono.
Sutiyono juga menyoroti fenomena zaman sekarang di mana pahala puasa sering kali habis bukan karena makan atau minum, melainkan karena perilaku di media sosial. Beliau menyebutkan lima hal yang merusak pahala puasa, yakni berbohong, ghibah, adu domba, melihat dengan syahwat, menonton konten negatif di gawai dan sumpah palsu.
"Banyak yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja karena jempolnya tidak dijaga di media sosial," tambahnya.
Selain masalah Ramadan, Drs.H. Sutiyono juga membahas poin kedua dari doa Jibril, yaitu mengenai bakti kepada orang tua. Sutiyono menekankan bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha orang tua.
Beliau menyarankan para perantau untuk senantiasa memberikan kabar yang menyenangkan kepada orang tua di kampung halaman. "Jangan ceritakan penderitaan atau kesulitan ekonomi kepada orang tua. Jika hati mereka sedih dan menganggap anaknya menderita, perasaan sedih itu bisa menjadi doa yang dikabulkan Allah sehingga nasib anak benar-benar menjadi sulit," jelasnya.
Bagi orang tua yang sudah wafat, anak tetap bisa berbakti dengan cara menyedekahkan harta atas nama orang tua, membaca Al-Qur'an, serta rutin mengirimkan doa ampunan.
Sebagai penutup, masyarakat diajak untuk memaksimalkan sisa Ramadan dengan amalan penghapus dosa, seperti memberi makan orang berbuka (takjil), memperbanyak qiyamu ramadan (salat malam), dan memastikan zakat fitrah ditunaikan tepat waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....