Jaga Berat Badan Tetap Ideal, WHO Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Kalori

  • 29 Sep 2026 22:54 WIB
  •  Tarakan

RRI. CO. ID, Tarakan - Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjaga berat badan tetap sehat bergantung pada pola makan yang seimbang dan terukur.

WHO menyatakan bahwa asupan energi atau kalori harus sebanding dengan energi yang dikeluarkan tubuh. Untuk mencegah kenaikan berat badan yang tidak sehat, lemak total sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari seluruh asupan energi.

Lemak jenuh dianjurkan kurang dari 10 persen dari total energi, sedangkan lemak trans kurang dari 1 persen. Konsumsi lemak juga sebaiknya dialihkan dari lemak jenuh dan lemak trans ke lemak tak jenuh.

Untuk gula bebas, WHO menganjurkan batas di bawah 10 persen dari total energi, dan penurunan hingga di bawah 5 persen disarankan demi manfaat kesehatan tambahan. Asupan garam dianjurkan kurang dari 5 gram per hari, setara natrium kurang dari 2 gram, yang membantu mencegah hipertensi serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke pada orang dewasa.

WHO mencatat bahwa produksi makanan olahan yang meningkat, urbanisasi yang cepat, dan perubahan gaya hidup telah menggeser pola makan. Orang kini lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi energi, lemak, gula bebas, atau garam, dan banyak yang kurang makan buah, sayur, serta serat seperti biji-bijian utuh.

Susunan pola makan yang seimbang dan sehat berbeda pada tiap orang, bergantung pada usia, jenis kelamin, gaya hidup, dan tingkat aktivitas fisik, tetapi prinsip dasarnya tetap sama.

Penerapan dalam keseharian

Angka-angka persentase di atas memang terdengar teknis, tetapi penerapannya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Membaca label kemasan membantu mengenali kandungan gula, lemak, dan garam pada makanan olahan. Mengganti minuman manis dengan air putih, memilih cara memasak yang direbus, dikukus, atau dipanggang daripada digoreng, serta menambah porsi sayur dan buah pada tiap waktu makan adalah langkah yang relatif mudah dijalankan.

Kalori yang masuk juga perlu diimbangi dengan aktivitas. Berjalan kaki, naik tangga, atau berolahraga ringan secara rutin ikut membantu tubuh membakar energi sehingga berat badan tidak naik perlahan tanpa disadari.

Perubahan kecil yang konsisten umumnya lebih mudah dipertahankan daripada diet ketat yang berat dijalani. Menimbang berat badan secara berkala dapat membantu mendeteksi perubahan sejak dini, sehingga porsi makan atau aktivitas bisa disesuaikan sebelum selisihnya membesar.

Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau gangguan metabolisme, penyesuaian pola makan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....