Tekan Angka Depresi Remaja, Puskesmas Sebengkok Hadirkan Program "Senja Remaja"
- 27 Agt 2026 11:14 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Isu kesehatan mental di kalangan generasi muda semakin menyita perhatian publik. Menanggapi fenomena tersebut, UPTD Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan meluncurkan program inovatif bertajuk "Senja Remaja" (Sehat Jiwa Menjangkau Remaja), sebuah terobosan layanan berbasis digital yang dirancang untuk mempermudah akses skrining dan konsultasi kesehatan jiwa bagi remaja tanpa rasa malu atau takut akan stigma sosial.
Berdasarkan data riset kesehatan nasional tahun 2022, setidaknya satu dari tiga remaja Indonesia terdeteksi mengalami indikasi gangguan kesehatan mental, baik berupa gejala kecemasan (anxiety) maupun depresi. Masa transisi remaja yang dipenuhi perubahan fisik, emosional, tekanan sosial, hingga beban akademis kerap menjadi pemicu utama yang jarang disadari oleh lingkungan sekitar.
Dalam dialog interaktif Sore Ceria di RRI Tarakan Pro 2, Kepala UPTD Puskesmas Sebengkok, dr. Putri Dian Vitasari, mengungkapkan bahwa hambatan terbesar remaja dalam mendapatkan penanganan kesehatan mental adalah rasa malu dan ketakutan dipandang negatif atau diidentikkan dengan gangguan jiwa berat.,
"Banyak remaja merasa enggan atau takut datang langsung ke puskesmas untuk berkonsultasi mengenai masalah emosional mereka. Melalui platform digital 'Senja Remaja', kami menyediakan skrining mandiri dan konsultasi secara online. Kerahasiaan data mereka dijamin penuh oleh tim perawat dan tenaga medis kami,"jelas dr. Putri.
Aplikasi ini dapat diakses secara langsung melalui menu khusus di media sosial resmi Puskesmas Sebengkok. Pengguna cukup mengisi 6 pertanyaan skrining dasar untuk usia 10 hingga 18 tahun. Hasil dari skrining tersebut menjadi rujukan awal bagi petugas medis untuk melakukan tindak lanjut (follow-up) atau jadwal konsultasi online.
dr. Putri mengimbau para orang tua dan tenaga pendidik agar tidak menyederhanakan perubahan sikap anak hanya sebagai "gejala pubertas biasa". Beberapa indikator penting yang perlu diwaspadai antara lain:
- Gejala Depresi: Anak cenderung menarik diri dari pergaulan dan hobinya, mengurung diri di kamar, tampak murung, kehilangan nafsu makan, serta mengalami penurunan drastis pada motivasi belajar dan kehadiran di sekolah.,
- Gejala Kecemasan (Anxiety): Kekhawatiran berlebihan (overthinking) atas hal yang belum terjadi, hingga manifestasi fisik seperti serangan panik (panic attack), sesak napas, tangan gemetar, dan jantung berdebar kencang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Rini, menegaskan bahwa penanganan kesehatan jiwa pada remaja merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia.,
"Masalah mental yang diabaikan sejak remaja dapat berbekas hingga usia dewasa dan memengaruhi pola asuh di masa depan. Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinkes, Dinas Pendidikan, serta DP3APPKB terus berkolaborasi melakukan skrining rutin ke sekolah-sekolah dan menyosialisasikan Pertolongan Pertama Luka Psikologis bagi guru BK," terang Rini.
Mengakhiri perbincangan, pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas Sebengkok berpesan agar remaja tidak ragu untuk mencari bantuan medis. Mengakui diri sedang tidak baik-baik saja bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah awal yang berani untuk menjaga produktivitas dan masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....