Tekan Stunting, USG dan Pemeriksaan Kehamilan Dinilai Penting

  • 13 Apr 2026 14:25 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Memastikan setiap generasi lahir dalam kondisi sehat dan kuat merupakan dambaan setiap orang tua. Namun, hal ini memerlukan langkah konkret sejak masa kehamilan.

Dalam dialog "Tarakan Siang Ini" RRI Tarakan menghadirkan nara sumber dr. Sandi Andara Putra yang menekankan bahwa layanan Ultrasonografi (USG) dan Antenatal Care (ANC) adalah pilar utama dalam menekan angka stunting serta komplikasi persalinan.

dr. Sandi meluruskan persepsi masyarakat yang sering kali menganggap USG hanya dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Menurutnya, USG adalah alat medis penting untuk mendeteksi dini risiko kehamilan secara real-time.

"USG itu alat bantu untuk melihat kondisi di dalam rahim. Apakah janin hidup, bagaimana denyut jantungnya, hingga memastikan apakah kehamilan berada di dalam rahim atau di luar rahim (ektopik)," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa teknologi USG menggunakan gelombang suara yang sepenuhnya aman bagi ibu dan janin. Sekaligus membantah mitos bahwa USG menyebabkan radiasi berbahaya.

Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan, setiap ibu hamil diimbau untuk melakukan pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan. Trimester Pertama (1 kali), dilakukan sebelum usia 12 minggu untuk skrining awal penyakit menular (Hepatitis B, Sifilis, HIV) dan pemeriksaan lab lengkap.

Trimester Kedua (2 kali) dilakukan untuk emantau perkembangan fisik janin. Trimester Ketiga (3 kali) dilakukan sebagai persiapan persalinan guna melihat posisi kepala bayi, berat badan janin, serta kecukupan air ketuban.

Menanggapi budaya lokal, dr. Sandi memberikan peringatan keras terhadap praktik urut atau putar perut bagi ibu dengan posisi bayi sungsang atau melintang. "Jangan pernah coba urut-urut perut. Jika ada kendala posisi, segera konsultasikan ke dokter spesialis. Praktik urut tanpa dasar medis bisa berakibat fatal bagi ibu dan bayi," tegasnya.

Selain itu, mitos mengenai porsi makan ibu hamil. Alih-alih makan dengan porsi dua kali lipat, ibu hamil diminta fokus pada kualitas gizi (real food) dan rutin mengonsumsi suplemen penambah darah yang telah disediakan secara gratis di faskes pemerintah.

Di akhir dialog, dr. Sandi mengajak para ibu hamil untuk tidak ragu datang ke Puskesmas. Semua layanan pemeriksaan, termasuk Buku KIA (Buku Pink) dan USG dasar, kini telah difasilitasi oleh negara secara gratis.

"Tips sehat dari saya adalah sehat fisik dan sehat mindset. Dengan rutin melakukan ANC dan USG, kita bisa memantau kondisi ibu dan adik bayi secara optimal agar lahir dengan sehat dan terhindar dari stunting," tuturnya. (Bay)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....