Deteksi Kanker Paru di Tarakan Kini Bisa Lewat Bronkoskopi RSUD Jusuf SK

  • 12 Agt 2026 17:05 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN — Masyarakat Kota Tarakan dan wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) kini tidak perlu lagi berobat keluar daerah untuk melakukan pemeriksaan spesifik penyakit paru. RSUD Provinsi Dr. H. Jusuf SK Tarakan telah melengkapi layanannya dengan tindakan medis canggih berupa Bronkoskopi dan Biopsi TTNA (Transthoracic Needle Aspiration).

Fasilitas ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan percepatan deteksi dini serta penanganan kasus kanker paru di wilayah Kaltara.

Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), dr. Tiara Permatasari, Sp.P, menjelaskan bahwa bronkoskopi merupakan prosedur medis yang digunakan untuk melihat kondisi bagian dalam saluran pernapasan secara langsung.

"Bronkoskopi ini fungsinya mirip dengan endoskopi pada saluran cerna, namun ditujukan untuk saluran napas. Alat berupa selang lentur yang dilengkapi kamera dimasukkan ke saluran napas untuk melihat kondisi bagian dalam, sekaligus mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk diperiksa di laboratorium," ujar dr. Tiara saat menjadi narasumber dalam Dialog Kentongan dengan tema "Bersama Melawan Kanker Paru-Paru" di Pro 1 RRI Tarakan.

Pentingnya Deteksi Dini untuk Kelangsungan Hidup Pasien

Dalam siaran Dialog Kentongan Pro 1 RRI Tarakan tersebut, dr. Tiara menekankan bahwa semakin cepat kanker paru terdeteksi, maka semakin cepat pula dokter dapat menentukan langkah terapi yang tepat—apakah melalui kemoterapi sistemik, kemoterapi khusus, maupun terapi target (oral).

Prosedur deteksi dini yang tepat terbukti signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup serta survival rate (angka harapan hidup) penderita kanker paru.

"Semakin cepat kita deteksi dini, semakin cepat juga tata laksananya dan penentuan terapinya. Tujuan utama pengobatan ini adalah memanjangkan angka harapan hidup pasien dan menjaga kualitas hidupnya agar bisa beraktivitas secara optimal," pungkasnya.

Imbauan Kesadaran Kesehatan

Pihak medis mengimbau masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan berkepanjangan—seperti batuk yang tak kunjung sembuh, sesak napas, hingga nyeri dada—agar tidak ragu dan tidak menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Kesadaran untuk memeriksakan diri sejak awal menjadi kunci utama keberhasilan penanganan kanker paru. (setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....