Borneo Combat Tarakan: Membangun Disiplin dan Prestasi lewat Olahraga Beladiri

  • 05 Agt 2026 13:59 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, sebuah komunitas beladiri bernama Borneo Combat Training Camp hadir menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus membentuk karakter. Komunitas ini fokus pada cabang olahraga yang tengah populer, yakni boxing, kickboxing, dan muay thai.

Manajer sekaligus pendiri Borneo Combat Training Camp, Richard Mingus, dalam Program Siaran Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) Pro 1 RRI Tarakan edisi Senin (3/8/2026) mengungkapkan bahwa inisiasi tempat latihan ini bermula dari pengalamannya bekerja di kapal yang menuntut ketangguhan mental dan fisik.

"Tujuan saya memberikan kesempatan mereka untuk berlatih supaya mereka ada wadah sarana untuk menyalurkan bakat mereka, untuk menghindari yang seperti sering kita dengar, tawuran atau perkelahian di jalan," ungkap Richard.

Sejak didirikan pada tahun 2021, antusiasme masyarakat Tarakan sangat tinggi, terutama karena didorong oleh tren olahraga combat di media sosial. Saat ini, tim kepelatihan dipimpin oleh Coach Adri sebagai head trainer yang dibantu oleh asisten pelatih laki-laki dan perempuan.

Menariknya, Borneo Combat Training Camp tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin menjadi atlet profesional, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang mengejar kebugaran. Faktanya, sekitar 75 persen dari anggota komunitas ini adalah perempuan yang mayoritas bertujuan untuk penurunan berat badan melalui teknik kardio muay thai. Coach Adri menegaskan bahwa menu latihan selalu disesuaikan dengan tujuan masing-masing individu, mulai dari prestasi, bela diri praktis (self-defense), hingga sekadar pelepasan stres (stress release).

Salah satu profil sukses dari komunitas ini adalah Irfan Subair, seorang atlet yang berhasil membuktikan bahwa dedikasi tinggi membuahkan hasil nyata. Irfan menceritakan pengalamannya menurunkan berat badan dari 98 kg menjadi 62 kg hanya dalam waktu enam bulan melalui latihan intensif dua kali sehari. Selain transformasi fisik yang luar biasa, Irfan juga sukses meraih juara pertama dalam ajang North Borneo Fight Series serta memenangkan pertandingan pertamanya di Jakarta pada tahun 2023.

Saat menghadapi titik jenuh, ia berpesan untuk selalu mengingat tujuan awal, "Cara mengatasinya ya kembali lagi, tujuan kita sebenarnya apa sih? Balik lagi kepada misi kita".

Aspek fisik, disiplin, kontrol diri (self-control), dan kesehatan merupakan nilai-nilai utama yang ditanamkan kepada para anggota. Coach Adri menekankan bahwa tantangan terbesar dalam menempa seorang atlet bukanlah pada fisik, melainkan pada mental. Menurutnya, mental yang kuat adalah kunci agar seseorang tidak mudah menyerah saat menghadapi menu latihan yang berat, yang pada akhirnya akan membentuk kepercayaan diri (confidence) dalam kehidupan sehari-hari.

"Paling berat sebenarnya bukan di fisik. Nomor satu itu mental. Kalau mentalnya sudah bagus, fisiknya bisa ngikut," jelas Coach Adri

Menatap masa depan, Borneo Combat Training Camp memiliki visi besar untuk menjadi pusat olahraga combat di Kalimantan Utara. Target jangka pendek mereka adalah menjadi juara umum pada ajang Porprov Kaltara kedua yang akan diselenggarakan di Malinau pada bulan November 2026 mendatang. Dengan menjaga komunikasi yang baik dan konsistensi latihan, komunitas ini optimistis dapat terus mencetak atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....