Menjaga Kesehatan Tubuh Melalui Pola Konsumsi Kopi Tepat

  • 21 Mei 2026 16:01 WIB
  •  Tarakan
Poin Utama
  • Kopi untuk Kesehatan

RRI.CO.ID, Tarakan - Bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gerd, pemilihan jenis biji kopi juga harus diperhatikan. Biji kopi berjenis arabika jauh lebih disarankan karena memiliki kandungan kadar kafein yang lebih rendah dibandingkan robusta.

Selain itu, penderita asam lambung sebaiknya meminta porsi espresso yang lebih sedikit demi menjaga kenyamanan lambung. Asbullah, Pegiat Kopi di Tarakan menjelaskan, konsumsi kopi secara rutin memerlukan pemahaman yang bijak agar tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Di tengah tingginya tren nongkrong di kedai kopi, para pencinta kopi diimbau untuk tetap mengontrol batas aman kafein. Edukasi mengenai pola konsumsi yang sehat menjadi sangat krusial agar fungsi utama kafein sebagai penambah energi bekerja optimal.

Salah satu langkah penting dalam menjaga kebugaran tubuh saat menikmati kopi adalah dengan membatasi waktu konsumsi harian secara disiplin. Waktu ideal yang direkomendasikan untuk mengonsumsi kafein adalah dari pagi hari hingga pukul lima sore. Pada waktu malam hari, tubuh sebaiknya diberikan asupan air putih yang cukup untuk menetralisir sisa kafein.

Asbullah menjelaskan, seringkali gangguan pencernaan setelah minum kopi bukan disebabkan oleh biji kopinya, melainkan bahan tambahan yang dicampurkan ke dalamnya. Penggunaan produk susu, krim bubuk, hingga pemanis yang berlebihan berpotensi memicu reaksi negatif pada perut. Oleh sebab itu, mengonsumsi kopi hitam murni tanpa bahan campuran kimia dinilai jauh lebih aman bagi kesehatan.

Di balik layar penyajian secangkir kopi yang sehat, terdapat peran penting seorang roaster sebagai jembatan hulu dan hilir. Tugas utama seorang roaster adalah memproses biji kopi mentah (green bean) dari petani menjadi biji siap seduh (brown bean). Melalui keahlian teknis roasting, warna dan tingkat kematangan biji kopi disesuaikan untuk mengeluarkan karakter rasa terbaik.

Tingkat kematangan biji kopi yang bervariasi mulai dari warna muda hingga kehitaman akan menghasilkan profil rasa yang berbeda-beda. Warna cokelat muda cenderung memunculkan rasa kacang, sedangkan warna yang lebih tua akan dominan mengeluarkan rasa pahit yang kuat.

Karakteristik unik ini dimanfaatkan oleh barista untuk mengkalibrasi rasa terbaik sebelum disajikan kepada para pelanggan.

Melalui sinergi edukasi antara roaster dan barista, masyarakat diajak untuk lebih menghargai keaslian rasa kopi lokal yang beragam. Pemahaman yang baik tentang asal-usul biji kopi diharapkan dapat meminimalisir kebiasaan buruk saling menjatuhkan selera kopi orang lain. Menikmati kopi dengan cara yang sehat dan menghargai proses adalah esensi utama dari dunia kopi. (ADR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....