Mengenal Kadar Gula Darah dan Penyebab Diabetes

  • 26 Jul 2026 20:32 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Kadar gula darah dalam tubuh menjadi salah satu indikator penting untuk mendeteksi risiko diabetes sejak dini. Memahami batas normal kadar gula darah dapat membantu seseorang mengenali kondisi kesehatannya sebelum berkembang menjadi lebih serius. Selain itu, mengetahui penyebab di balik tingginya kadar gula darah juga penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Berikut penjelasan mengenai kategori kadar gula darah beserta faktor yang memicu terjadinya diabetes.

Melansir dari halodoc ,Kadar gula darah normal pada umumnya berkisar antara 70 hingga 99 mg/dL. Apabila kadar gula darah berada pada rentang 100 hingga 125 mg/dL, kondisi tersebut sudah tergolong prediabetes. Prediabetes menjadi tanda peringatan bahwa seseorang berisiko tinggi berkembang menjadi diabetes apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, pemeriksaan gula darah secara rutin dinilai penting untuk mendeteksi kondisi ini sedini mungkin.

Sementara itu, kadar gula darah yang mencapai atau melebihi 126 mg/dL sudah dikategorikan sebagai diabetes. Kondisi tingginya kadar gula darah ini dikenal dengan istilah hiperglikemia. Hiperglikemia menggambarkan situasi ketika terjadi peningkatan atau kelebihan kadar gula dalam darah. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan yang serius.

Tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes disebabkan oleh adanya gangguan fungsi dalam tubuh yang menghambat penggunaan glukosa secara efektif. Akibat gangguan tersebut, glukosa yang seharusnya diolah menjadi energi justru menumpuk dalam darah. Gangguan ini dapat terjadi melalui dua mekanisme berbeda, yang kemudian dikenal sebagai diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kedua jenis diabetes ini memiliki penyebab yang berbeda meski sama-sama berujung pada tingginya kadar gula darah.

Pada diabetes tipe 1, gangguan terjadi ketika sistem imun yang seharusnya melawan virus atau bakteri justru menyerang dan merusak sel-sel penghasil insulin di pankreas. Akibatnya, tubuh menjadi kekurangan bahkan tidak mampu lagi memproduksi insulin secara memadai. Padahal, insulin berperan penting dalam mengolah glukosa menjadi energi bagi tubuh. Tanpa insulin yang cukup, glukosa pun menumpuk dalam darah dan menyebabkan kadar gula darah meningkat.

Berbeda dengan tipe 1, pada diabetes tipe 2 tubuh sebenarnya masih mampu memproduksi insulin. Namun, sel-sel dalam tubuh tidak merespons insulin tersebut dengan baik, kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin. Akibat resistensi ini, glukosa tetap sulit diserap oleh sel dan akhirnya menumpuk dalam darah. Memahami perbedaan kedua jenis diabetes ini penting agar langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.(Desita)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....