74 Kepala Desa Satukan Tanaman Endemik di Kebun Raya Bundayati

  • 22 Jul 2026 20:48 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten Bulungan memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dengan melibatkan seluruh desa dalam pengembangan Kebun Raya Bundayati.

Sebanyak 74 kepala desa se-Kabupaten Bulungan menanam berbagai jenis pohon dan tanaman buah lokal sebagai simbol kebersamaan menjaga kekayaan hayati daerah.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Kebun Raya Bundayati seluas 86 hektare itu menjadi penanda bahwa pembangunan kebun raya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Masing-masing kepala desa membawa bibit tanaman unggulan dari desanya untuk ditanam di kawasan tersebut.

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan Kebun Raya Bundayati merupakan aset masyarakat Bulungan yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, partisipasi seluruh kepala desa mencerminkan semangat kolektif dalam membangun kawasan konservasi yang menjadi identitas daerah.

"Apa yang kita tanam hari ini menjadi bukti bahwa Kebun Raya Bundayati bukan milik pemerintah daerah, tetapi milik seluruh masyarakat Bulungan," ujar Syarwani, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, tanaman yang dikembangkan didominasi spesies endemik dan buah-buahan lokal yang tumbuh di wilayah Bulungan.

Di antaranya terdapat kelengkeng dan buah leppio yang ditetapkan sebagai maskot Kebun Raya Bundayati sebagai bagian dari upaya melestarikan plasma nutfah daerah.

Syarwani memastikan keberlangsungan koleksi tanaman akan dijaga melalui pengelolaan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan.

Perawatan dan pengawasan dilakukan secara rutin agar seluruh tanaman dapat tumbuh optimal serta menjadi kawasan konservasi yang memberi manfaat jangka panjang.

"Dinas Lingkungan Hidup setiap hari melakukan pembersihan, pemeliharaan, sekaligus merawat seluruh tanaman di kawasan ini. Harapan kita, pohon-pohon yang ditanam hari ini akan menjadi warisan bagi anak cucu kita, sekaligus menjadi bukti komitmen Bulungan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati daerah," tutup Syarwani. (rln)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....