DPRD Tarakan Siapkan Opsi Atasi Keluhan Peternak Ayam

  • 05 Jan 2026 19:48 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan menawarkan sejumlah opsi strategis untuk menyelesaikan keluhan para peternak ayam terkait ketidakstabilan harga di pasaran.

Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino, menjelaskan bahwa beberapa opsi yang tengah dipertimbangkan antara lain penerapan tarif batas atas dan batas bawah pada pakan ayam, atau penyeragaman sumber pengambilan Day Old Chicken (DOC).

Namun, opsi-opsi tersebut akan dikaji lebih mendalam terlebih dahulu. Sebagai langkah awal, DPRD Tarakan telah membentuk tim kecil yang melibatkan instansi terkait untuk melakukan verifikasi lapangan guna menghimpun fakta-fakta terbaru.

"Kami kaji dulu, apakah akan dikunci pada harga jual, harga pakan, atau DOC-nya. Tujuannya agar para peternak inti memiliki satu sumber dan harga yang sama, sehingga harga jual di pasar pun seragam," ujar Simon Patino kepada awak media usai memimpin rapat koordinasi, Senin (5/1/2026).

Menurut Simon, hasil temuan tim lapangan akan dibahas kembali dalam rapat lanjutan yang dijadwalkan pada Jumat pekan ini. Kesepakatan yang dicapai nantinya akan dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Simon menilai persoalan ini mendesak untuk segera diselesaikan demi menjaga stabilitas harga pangan. Ia memperingatkan, jika ketimpangan harga terus dibiarkan, pengusaha lokal terancam gulung tikar yang berakibat pada pemutusan hubungan kerja, bahkan membuka celah terjadinya monopoli pasar.

Persoalan ini mencuat setelah para peternak mengeluhkan kebijakan agen baru, MSJ, yang mengambil pasokan ayam dengan harga jauh lebih murah dibandingkan agen lainnya. Kebijakan tersebut dinilai berisiko memangkas pendapatan peternak hingga 70 persen, karena agen lain cenderung akan ikut menurunkan harga demi persaingan pasar. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....