DPRD Dorong Konektivitas Laut Tarakan-Jawa
- 19 Mei 2026 06:38 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Supa'ad Hadianto mendorong percepatan solusi konektivitas transportasi laut Tarakan menuju Pulau Jawa.
Hal itu diangkat dalam resesnya di Cafe Malabar, Tarakan, Senin malam (18/5/2026), dengan menghadirkan PT Pelni dan KSOP Tarakan.
Politisi Partai Nasdem ini mengaku menerima banyak keluhan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan pekerja pabrik plywood yang masuk kategori ekonomi menengah ke bawah. Masyarakat meminta agar dapat dibuka lagi jalur pelayaran Tarakan menuju Surabaya sebagai alternatif di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit.
“Berdasarkan hasil reses saya yang lalu-lalu, banyak sekali keluhan masyarakat, terutama masyarakat yang bergerak di bidang UMKM, pekerja pabrik plywood di Intraca maupun di IDEC. Mereka mengeluhkan transportasi laut yang tidak terkoneksi antara Tarakan dan Pulau Jawa,” ujarnya kepada awak media.
Dari diskusi tersebut, Supa'ad menyimpulkan keresahan utama masyarakat adalah minimnya konektivitas.
Ia menilai ada tiga poin solusi yang bisa dilakukan. Di antaranya perlu ada rapat koordinasi antara pimpinan daerah kabupaten dan kota dengan provinsi. Hasil reses ini akan disampaikan ke Komisi III DPRD Kaltara yang membawahi bidang transportasi agar bisa ditindaklanjuti.
“Konektivitas Kalimantan, Sulawesi, Jawa itu bagian dari pada NKRI yang harus memperoleh pelayanan setara. Karena ini bidang perhubungan di Komisi III, mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi tingkat provinsi,” tegas Supa'ad.
Selain itu, ia menilai, Gubernur Kaltara juga sudah berupaya menggandeng pengusaha transportasi laut untuk masuk melayani rute Tarakan-Surabaya bagi masyarakat menengah ke bawah. Ia berharap pertemuan dengan investor bisa segera terlaksana.
Ketiga, untuk solusi jangka pendek, Pelni diminta lebih masif menyosialisasikan jaringan interkoneksi yang sudah ada. Menurutnya, jalur interkoneksi saat ini adalah Tarakan-Nunukan-Balikpapan, lalu dari Balikpapan lanjut ke Surabaya menggunakan kapal penumpang yang dikelola swasta.
“Ini yang selama ini belum diketahui masyarakat. Kapal dari Tarakan ke Nunukan, ke Balikpapan, di sana sudah ditunggu kapal yang menuju Surabaya. Saya harap Pelni Cabang Tarakan lebih banyak bersosialisasi,” harapnya.
Ia menyebut rendahnya okupansi menjadi alasan Pelni belum membuka rute langsung Tarakan-Surabaya. Kapasitas kapal mencapai 2.000 penumpang, namun yang menuju Jawa hanya sekitar 300 orang.
“Tentu ini jadi perhitungan Pelni. Tapi kalau dari sisi pelayanan, ini kan ada tol laut yang diperlukan negara. Ujung-ujungnya kembali ke pemerintah pusat untuk mengambil kebijakan transportasi laut di Kaltara,” katanya.
Untuk jangka menengah dan panjang, diharapkan keterlibatan swasta bisa menjadi alternatif. Meski harga tiket swasta biasanya lebih tinggi, selisih Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, masih dianggap wajar oleh masyarakat.
Ia berjanji akan terus mengundang Pelni untuk sosialisasi langsung ke konstituen, mengingat anggaran sosialisasi Pelni terbatas. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....