Strategi UMKM Kaltara Tembus Pasar Global Melalui Jalur Perbatasan

  • 23 Apr 2026 08:03 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Potensi produk lokal Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai sangat mampu bersaing dengan produk dari Malaysia Timur. Namun, kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah masalah standarisasi dan sertifikasi yang diakui secara internasional.

Dalam dialog Tarakan siang ini di Programa Satu RRI Tarakan, Liza Syahnas mengungkapkan bahwa kerajinan tangan seperti batik dari Kabupaten Malinau sebenarnya memiliki kualitas estetika yang lebih unggul dibandingkan produk serupa di pasar Tawau.

Sayangnya, produk lokal sulit menembus pasar internasional karena belum memenuhi standar global. Salah satu syarat mutlak untuk diperdagangkan di luar negeri, termasuk ke Malaysia, adalah adanya sertifikasi halal dari lembaga yang diakui secara internasional.

"Biaya untuk mendapatkan sertifikasi internasional tersebut memang tergolong tinggi bagi pelaku usaha kecil. Hal ini menjadi hambatan besar bagi UMKM di perbatasan untuk melakukan ekspansi pasar secara legal ke negara tetangga,"Ungkap Liza.

Sebagai solusi, pemerintah diharapkan hadir untuk memfasilitasi pengurusan sertifikasi secara kolektif. Dengan sistem sharing biaya atau subsidi, beban pelaku UMKM dapat ditekan sehingga produk mereka memiliki legalitas untuk dipasarkan lebih luas.

Selain masalah sertifikasi, tantangan geografis juga menjadi pemicu warga lebih memilih produk Malaysia. Biaya logistik barang dari Surabaya ke Nunukan jauh lebih mahal dibandingkan mengambil barang langsung dari Tawau yang hanya berjarak hitungan jam.

Ketergantungan terhadap barang tetangga ini juga berdampak pada penggunaan mata uang Ringgit di wilayah perbatasan. Bank Indonesia terus berupaya memperbanyak peredaran Rupiah untuk meminimalisir transaksi menggunakan mata uang asing di NKRI.

Keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang baru dibangun diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. PLBN bukan hanya tempat pengawasan imigrasi dan bea cukai, tetapi juga etalase bagi produk-produk unggulan daerah untuk dipasarkan.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam hal pelatihan dan standarisasi produk menjadi kunci utama. Jika UMKM lokal sudah memiliki sertifikasi internasional, maka jalur perdagangan perbatasan akan menjadi peluang emas bagi pertumbuhan ekonomi Kaltara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....