Ekonomi Syariah Punya Potensi Menjanjikan

  • 03 Mar 2026 04:05 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan: Ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang menjanjikan karena terus menunjukkan trend yang sangat baik dilihat dari sisi permintaan global. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hasiando Ginsar Manik.

Berdasarkan data, belanja konsumen muslim diperkirakan meningkat dari USD 2,4 triliun di 2023 yang lalu, menjadi USD3,36 triliun di tahun 2028.

"Naik 38,8 persen permintaan ekonomi syariah global dalam lima tahun," ujar Hasiando G. Manik dalam sambutannya saat menghadiri Road to Kashafa 2026 di Food Court Gita Jalatama, Tarakan, Minggu (1/3/2026).

Indonesia, lanjut Hasiando, menempati peringkat ketiga di dunia berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE). Posisi ini menegaskan bahwa Indonesia bukan lagi negara pasar, akan tetapi pemain utama kebutuhan halal global.

Hal ini terkonfirmasi dari kekuatan ekonomi syariah nasional. Di mana sektor unggulan halal tumbuh 6,21 persen dibandingkan tahun lalu. Bahkan lebih tinggi dalam dua tahun terakhir.

Indonesia juga didukung dengan kinerja ekspor yang tangguh. Khususnya di sektor makanan dan minuman halal. Di mana pada tahun 2025 total ekspor makanan dan minuman halal Indonesia mencapai USD 53,4 miliar, jauh melampaui impor makanan dan minuman halal sebesar USD 23,05 miliar atau tumbuh 19,73 persen.

"Secara nasional kita lebih banyak mengekspor komoditas halal jauh lebih banyak dibandingkan kita tangkan komoditas halal dari luar Indonesia," ungkap Hasiando.

Ia menegaskan Bank Indonesia terus berkomitmen mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah hingga ke tingkat daerah termasuk di Kaltara.

Di antaranya dengan menggelar Kaltara Sharia Festival (Kashafa) 2026 yang mendorong produk halal lokal untuk berkembang. (Rajab)

Rekomendasi Berita