Dari Kebutuhan Menjadi Cuan
- 05 Jul 2025 19:30 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Berbisnis, atau menjalankan usaha, adalah kegiatan jual beli barang atau jasa dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Ini melibatkan berbagai proses, mulai dari menciptakan ide, memproduksi atau menyediakan barang/jasa, hingga memasarkannya kepada konsumen. Berbisnis bisa dilakukan oleh individu maupun organisasi.
Pada Mozaik Indonesia kali pro1 Tarakan kali ini membahas bisnis UMKM bersama dengan Lea Veronika, atau Mak Bintang, pemilik Dapur Mak Bintang. Pada kesempatan kali ini Lea menceritakan tentang pengalamannya selama membangun usaha Mak Bintang.
| Baca juga: Pekan Ini, Harga Cabai Masih Naik-Turun |
Semangat wirausaha Lea ditanamkan oleh mendiang ayahnya, yang juga seorang pengusaha, ia menghargai fleksibilitas dan kendali yang datang dengan memiliki bisnis sendiri. Perjalanannya ke dunia kuliner dimulai karena kebutuhan setelah kelahiran anak pertamanya, saat ia mencari cara untuk mendapatkan penghasilan sambil tetap di rumah. Meskipun tidak memiliki pengalaman kuliner atau membuat kue sebelumnya, ia memulai dengan brownies di Jogja pada tahun 2012, berfokus pada item dengan kemungkinan kegagalan yang rendah. Bisnisnya di Jogja berkembang pesat, dengan pengiriman mencapai Sumatra.
Pada tahun 2015, ia kembali ke Tarakan setelah 17 tahun, Ia awalnya bergabung dengan "Mojaku" (Mobil Jajan Kue), yang membantunya terhubung dengan orang-orang. Ia mengadaptasi bisnis browniesnya untuk pasar Tarakan, menciptakan "brownies Ulta" (brownies ulang tahun). Ia kemudian mencoba ke kue kering untuk acara-acara seperti Idul Fitri dan Natal untuk lebih memenuhi permintaan pasar.
Untuk memastikan pendapatan yang konsisten, ia memberanikan diri membuat donat dan roti, mempelajari semuanya melalui otodidak dan dari tutorial di online.
Dalam filosifi berbisnis Lea menekankan pentingnya ketekunan, mencoba lagi setelah kegagalan, dan percaya pada rezeki Tuhan, ia sangat percaya dalam menghargai usaha, waktu, dan keahliannya saat menentukan harga produknya, bukan hanya biaya bahan baku.
Namun perjalanan bisnisnya juga tidak tergolong mulus, tantangan tentu ada pada perjalanan usahanya. Ia menjelaskan bahwa masuknya merek-merek besar yang sudah mapan ke Tarakan menjadi tantangan signifikan bagi bisnis kecil seperti miliknya. Namun ia berpesan kepada masayarakat yang ingin memulai usaha untuk terus berani mencoba, tetap optimis, tidak putus asa, dan mengingat bahwa "hidup butuh uang".
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....