Strategi BI Kaltara Tekan Inflasi Melalui Program 4K di Tarakan
- 30 Apr 2026 19:41 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan– Menghadapi tren kenaikan harga komoditas di awal tahun 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Fokus utama diarahkan pada pengendalian harga pangan dan tarif transportasi yang mulai merangkak naik.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltara, Reza Hidayat, menyatakan bahwa karakteristik ekonomi Tarakan yang bukan merupakan daerah penghasil utama membuat pasokan sangat bergantung pada luar daerah. Hal ini menyebabkan kerentanan harga saat distribusi terganggu.
Untuk mengatasi hal tersebut, BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menerapkan strategi "4K". Strategi ini meliputi Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.
"Kami terus melakukan pemantauan harga secara intensif melalui sistem informasi harga di berbagai wilayah pemasok seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur," kata Reza. Langkah ini dilakukan guna memastikan pasokan ke Tarakan tetap lancar meski di tengah cuaca ekstrem.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah pengoptimalan pasar murah di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Program ini terbukti efektif meredam gejolak harga saat permintaan masyarakat meningkat tajam pada hari besar keagamaan.
Selain itu, BI juga mendorong para petani lokal melalui program Good Agriculture Practice khusus untuk komoditas cabai rawit. Pemberian bantuan sarana dan prasarana produksi diharapkan dapat meningkatkan suplai internal di Tarakan.
Reza juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi di pelabuhan dan pemanfaatan program Tol Laut. Menurutnya, kapasitas bongkar muat yang baik di Pelabuhan Tarakan harus dimaksimalkan untuk mendatangkan bahan pangan dengan biaya logistik yang lebih murah.
Terkait tiket pesawat, BI berharap kondisi geopolitik global membaik sehingga harga avtur bisa stabil. Koordinasi tingkat tinggi terus dilakukan untuk mencari solusi agar tarif angkutan udara tetap terjangkau bagi masyarakat Kaltara.
Target inflasi tahun 2026 diharapkan tetap berada pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Kerjasama solid antara BI, BPS, dan Pemerintah Kota Tarakan menjadi kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang positif tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....