Net Outflow Rp800 Miliar, BI Jaga Kualitas Uang di Perbatasan
- 17 Mei 2026 08:44 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Data aliran uang rupiah di Kalimantan Utara (Kaltara) masih mengalami net outflow. Pada Januari-April 2026, outflow tercatat Rp800,4 miliar, sementara inflow hanya Rp744 miliar.
Net outflow adalah situasi jumlah uang yang keluar dari bank atau sistem perbankan lebih besar daripada dana masuk.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara memang konsisten mengalami outflow sejak 2018. Nilainya berfluktuasi antara Rp2,8 triliun hingga Rp3,6 triliun per tahun. Puncaknya terjadi pada 2022 sebesar Rp3,68 triliun.
Untuk menjaga kualitas uang beredar, BI Kaltara melakukan pemusnahan uang tidak layak edar. Sejak 2018, rata-rata 10-30% dari inflow dimusnahkan, dengan puncak pada 2023 mencapai Rp316 miliar.
Januari-April 2026 saja, BI telah memusnahkan Rp193 miliar atau 26% dari total inflow. "Kami sedang mengerjakan yang disebut dengan clean money policy. Uang yang tidak layak edar dari masyarakat masuk ke perbankan, lalu ke BI. Kalau sudah di level kelusuhan tertentu, kami hancurkan dan ganti dengan uang baru hasil cetak sempurna," ujar Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik dalam rilis perekonomian Kaltara.
KPwBI Kaltara memprioritaskan distribusi uang layak edar di wilayah perbatasan dengan Malaysia, seperti Nunukan dan Sebatik. Langkah ini disebut sebagai bagian dari menjaga kedaulatan rupiah dan NKRI.
"Ketika kita mendorong masyarakat untuk menggunakan rupiah, berarti kita harus memberikan insentif. Insentifnya adalah kelayakan uang yang dipegang masyarakat. Jadi uang layak edar kita prioritaskan drop di perbatasan," katanya.
Selain itu, BI Kaltara juga menyiapkan program digitalisasi pelabuhan di Kaltara. Program ini ditargetkan soft launching sebelum pejabat BI Kaltara pindah tugas ke Jakarta. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....