Analisis Harga Pasar Tarakan: Cabai Deflasi Ayam Inflasi

  • 18 Feb 2026 12:20 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Dinamika harga pangan di Kota Tarakan pada pertengahan Februari 2026 menunjukkan tren yang menarik. Berdasarkan data pantauan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Tarakan, harga barang pokok hari Rabu 18 Februari 2026 , terjadi tekanan deflasi pada kelompok cabai dan inflasi pada daging ayam.

Kepala Dinas DKUKMP Tarakan, Jumanto, S.E dari Data tertulis disampaikan ke RRT Tarakan, menggambarkan Kelompok cabai mengalami koreksi harga ke bawah. Cabai merah besar, hijau besar, dan keriting rata-rata mengalami penurunan antara 10% hingga 12,50%. Fenomena ini mengindikasikan pasokan yang mulai melimpah atau stabilnya distribusi ke pasar-pasar lokal.

“Cabe Merah Besar, Cabe Hijau Besar, Cabe Keriting masing – masing mengalami Penurunan Rp. 5.000/Kg, sedangkan Cabe tiung Kapal dan Cabe Rawit Hijau tidak mengalami kenaikan Harga tetap Rp. 70.000 dan Rp. 100.000,- Perkilonya,” Jelas Jumanto dalam Rilisnya.

Berbanding terbalik, komoditas daging ayam broiler justru mengalami tekanan kenaikan harga sebesar 20%. Lonjakan dari Rp40.000 ke Rp48.000 per kilogram ini menjadi perhatian khusus karena merupakan salah satu sumber protein utama masyarakat.

Sektor sayur-mayur juga tidak luput dari dinamika. Sawi putih tercatat mengalami penurunan harga sebesar 12%, sementara tomat justru mengalami kenaikan 7,14%. Kondisi cuaca diduga masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi fluktuasi harga sayuran hijau ini.

Daging sapi segar tetap konsisten sebagai komoditas dengan harga tertinggi namun paling stabil di angka Rp170.000 per kilogram. Stabilitas ini menunjukkan bahwa permintaan dan pasokan daging merah di Tarakan masih berada dalam titik keseimbangan yang terjaga.

Komoditas lain seperti ikan segar, telur, dan susu terpantau stagnan tanpa ada perubahan harga dibandingkan hari kemarin. Hal ini menunjukkan bahwa volatilitas harga saat ini hanya terlokalisasi pada kategori hortikultura dan unggas.

Rekomendasi Berita