Keluhan Warga Tarakan: Harga Tiket Pesawat Bikin Dompet Tipis

  • 03 Mei 2026 08:26 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID TARAKAN – Isu kenaikan harga tiket pesawat dan komoditas dapur kembali hangat diperbincangkan warga Tarakan. Dalam siaran interaktif RRI, banyak masyarakat mengeluhkan tingginya biaya transportasi udara yang dinilai memberatkan mobilitas warga pulau.

Tingginya harga tiket ini bahkan disebut warga membuat "dompet tipis", mengingat pesawat merupakan moda transportasi utama dari dan menuju Tarakan. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya pilihan maskapai yang melayani rute reguler.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala BPS Tarakan, Umar Riadi, mengakui bahwa angkutan udara menjadi momok tersendiri bagi inflasi daerah. Pada tahun 2023, andilnya bahkan pernah mencapai 0,68 persen, dan kini tren kenaikan kembali terlihat.

"Data menunjukkan adanya korelasi antara aktivitas investasi besar dengan kenaikan jumlah penumpang pesawat," jelas Umar. Kehadiran proyek strategis nasional di Kaltara meningkatkan mobilitas pekerja, yang secara tidak langsung berdampak pada permintaan tiket.

Di sisi lain, masyarakat juga menyuarakan keresahan terkait kenaikan harga kebutuhan pokok pasca lebaran. Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan operasi pasar sesaat, tetapi memastikan stok barang selalu berlebih di pasar.

Seorang warga bernama Jon, dalam sesi telepon interaktif, meminta pemerintah bertindak tegas terhadap potensi permainan harga oleh oknum pedagang. Ia berharap kenaikan BBM tidak dijadikan alasan untuk menaikkan harga pangan secara tidak wajar.

Pihak Bank Indonesia pun merespons dengan mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola belanja bijak. Masyarakat diminta tidak panik menghadapi isu keterbatasan stok agar tidak memicu spekulasi harga di tingkat pengecer.

Selain itu, warga disarankan untuk jeli mencari tips mendapatkan tiket murah melalui platform digital atau memilih waktu keberangkatan yang bukan merupakan jam sibuk. Inovasi kebijakan seperti harga tetap (fixed price) untuk penerbangan domestik juga mulai diusulkan warga.

Pemerintah Kota Tarakan melalui TPID berjanji akan terus melakukan sidak pasar secara rutin. Pengawasan ini dilakukan untuk menjamin kejujuran pedagang dalam menetapkan harga serta memastikan distribusi pangan tidak mengalami kendala teknis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....